Posts

Mempersiapkan Mental Belajar

Pada suatu hari arya bertanya kepada kami, “pa, kapan aku sekolah? aku khan sudah besar, mau main sama temen-temennya itu lho” lengkap dengan logat kekanak-kanakan serta bahasa indonesia yang njawani. Usianya masih 2,5 tahun kala itu dan belum ada Sekolah Taman Kanak-kanak yang bersedia menerimanya, paling juga play group yang biayanya bisa buat beli laptop baru. Akirnya kami tergerak untuk mencuri start agar kesempatan baik dan niat sang anak untuk sekolah kami realisasikan. Sadar atau tidak, jika kita terlalu sibuk dengan usaha maka tunggulah lepasnya perhatian moral, mental serta spiritual pada diri anak. Itulah motivasi kami hingga membuat rumah sebagai taman bermain sekaligus tempat belajar tiap hari.

Read more