Janji-janji kampanye atau bualan?

Melihat debat politik di Tv One, dialog antar partai di Metro Tv, orasi di O Channel maupun An Tv, parodi di Indosiar ataupun RCTI dan berita aktual di SCTV merujuk juga acara kampanye dari Trans 7 atau Trans Tv saya berdecak kagum pada kepandaian mereka melakukan orasi politik. Benar-benar takjub, karena terlihat semakin jelas karakter manusia yang sedang berbicara.
Termasuk juga pembawa acara yang memancing topik pembicaraan. Itu semua muncul secara alamiah dan konteksnya kita harus melihat aktor serta oposan orasi mereka. Saya sama sekali tidak tertarik untuk mengikuti lama-lama acara seperti itu, yang adalah mencari profil dan anggota partai melalui mesin pencari.
Ternyata data korupsi banyak tercatut, hebat juga ternyata mereka tidak malu mendaftarkan preman di parlemen caleg dan koruptor cepat dilupakan. Money politic dianggap biasa, ya hasilnya pasti kalian tuh yang banyak ngomong pengen balik modal kan! Bukan membangun negeri ini tapi merongrong negeri yang sakit ini.
Jika ada pimpinan atau kader yang memperolok lawan politiknya saya sangat yakin bahwa itu untuk menutupi kebobrokannya. Siapa yang menjual murah minyak bumi dan gas negeri ini ke china? Siapa yang menyatakan tidak haram lacur itu sebagai seni? Siapa yang memimpin umat yang rela mati demi kesalahannya (dasar bodoh)? Siapa yang sering membual, pura-pura menangis, mengejek orang lain namun dirinya tak bisa berbuat lebih baik?
Mana janji-janji yang kalian ungkapkan? Apakah kalian sudah mampu merealisasikannya dengan penuh rasa tanggung jawab? Apakah kini kalian mau membual kembali dengan kontrak politik yang siap mundur? Kalo cuma siap mundur berarti anda lepas tanggung jawab, kalo cuma melanggar terus siap dipecat berarti cuma mau cuci tangan dan yang korup mau dipermalukan kok malah dilindungi sungguh bejat pola pikir kalian.
Jika hanya bahas harga pangan dan bahan pokok tanpa realisasi kesejahteraan adalah ndog mbosok. Mana pernah petani desa itu sejahtera? Coba tanya, mereka itu merasa cukup namun kalian masih senang memeras mereka dengan mahalnya bibit pupuk dan murahnya harga jual beras. Jika hanya ngomong ciptakan lapangan kerja tanpa memberi kecerdasan terhadap calon pengusaha baru adalah ndobos bin ndobol.
Rakyat Indonesia, saya percaya anda pintar namun belum cerdas dan cermat. Jangan kaya bebek yang cuma ngikut, jadilah pemilh bijak nan tepat sesuai hati nurani jernih. Jangan pilih mereka yang korup, bermain dgn uang, suka tebar pesona, obral janji bahkan membual. Karena mereka tidak pernah mau mendengar ceramah mengenai hukuman hina seorang pemimpin, dianggapnya angin lalu yang gak penting dari urusan perut atau ketenarannya. Mari nyontreng jangan golput!

25 replies
  1. Bayu Mukti
    Bayu Mukti says:

    susah mas mengenali para caleg-caleg. soalnya selain buanyakkkk banget…juga ga kenal 1 per 1 kepribadian para caleg 🙁 . memang saya usahakan sih nyontreng :d walaupun ngawur hahahaha

    Reply
  2. dyatmika
    dyatmika says:

    jadi binggung mo pilih yg mana coz kertas suaranya banyak besar banget dan 3 biji lagi banyaknya.. hu’uh tapi jangan sampe golput lah..dah mahal biaya pemilu ini…. ada saran mo pilih yg mana?

    Reply
  3. topanz
    topanz says:

    wkakaka,ndok mbebek..ngguyu beneran nieh :D, biasa org haus akan kekuasaan ya gitu..saya yakin,sebagian mereka yg kampanye lumayan jujur tentang tujuan,tp kalo dah kepilih ya..hehe,harta dan kekuasaan membutakan mereka..kalo di ekonomi,semakin tinggi gaji mrk,semakin konsumtif pula kehidupannya..sampe lupa akan janji dan kesengsaaran yg dia berikan ke rakyat krg mampu

    Reply
  4. deeedeee
    deeedeee says:

    Siip, setujuh ma postingannya
    Jgn Golput, pilih yg paling baik dari yg ada, daripda gak milih sama sekali alias pasrah -sapa aja yg mimpin emang gw pikirin-
    Sukseskan pemilu 2009 !
    Salam kenal 🙂

    Reply
  5. Jiewa
    Jiewa says:

    sampe hari ini aku masih belum ada pilihan, sempat terlintas keputusan untuk golput. belum ada caleg & partai yg sreg dengan ku sih.. gimana dong..

    Reply
  6. Masnur
    Masnur says:

    Capek deh kalo ngomongin caleg terus dimana-mana……..sudah nggak kenal, nggak jelas, nggak…..nggak…, etc. Suruh milih lagi?!! 🙁 Btw Makasih dah mampir tempatku ya….

    Reply
  7. pututik
    pututik says:

    @rizoa: makanya kita harus cerdas dan memiliki jati diri yang lebih baik
    @yudi: jangan donk masak punya hak pilih nggak dipakai
    @dEEt: mari yuuk kita tentukan pilihan
    @Bayu Mukti: wkakakakak, dasar nggak karuan ni bocah
    @dyatmika: pilih yang partainya tidak korup
    @syaifudin zuhri: tuh kan ada lagi yang ngira aku nyaleg, piye tho pak
    @topanz: nah itu dia kenapa saya ibaratkan ndok bosok dan mbebeki, kita harus jadi rakyat yang jelas dalam menentukan pilihan jangan seperti mereka yang memilih namun asal (asal kasih duit, asal anaknya si a, asal dikasih janji walah asal-asalan juga)
    @blogpreneur: iya arham, nular juga
    @cipzto: yuukkk
    @deeedeee: terimakasih mari kita dukung kampanye damai pemilu indonesia
    @jiewa: penuhi dengan pengetahuan tentang mereka mas
    @masnur: jangan capek donk, makasih juga
    @agamz: semoga kita lebih baik dari mereka yach
    @warm: pilih blog pututik aja deh 😀

    Reply
  8. achoey
    achoey says:

    Harapan masih ada
    Karena aku melihaat masih ada yg benar2 peduli rakyat
    Tak perlu kita sebut nama partainya
    Kita tahu, cuma kadang menutup mata, menutup hati 🙂

    Reply
  9. hade
    hade says:

    Nyontreng pasti dong…., jangan sampai suara kita sia-sia untuk wakil bermutu kita. Calegnya boleh siapa saja tidak penting kalau memang partainya terpercaya. Pilih yang terkenal bersaih setidaknya sampai saat ini. Tidak ada yang lain…., kecuali yang satu itu…..

    Reply
  10. radhitya
    radhitya says:

    Mending daripada para Caleg nyebar spanduk and gambar2..lebih baik duitnya buat memberikan bantuan pembangunan secara nyata…
    Nitip link ya masss…
    web ini dofollow tidak usah nitip juga udah ngelink

    Reply
  11. pututik
    pututik says:

    @Rosyidi: heheheheh, saya tidak ikut-ikut terserah rekan-rekan
    @achoey: betul kang, semoga yang di angenkan benar adanya
    @hade: silahkan pilih semoga amanah
    @radhitya: yang tebal tuh komen saya, spanduknya bikin kotor
    @Blog bisnis: amin

    Reply
  12. bayu
    bayu says:

    jah bingung saya. kebanyakan partai .kalau disorting kurangin yang gurem gurem palingan ada 10 tapi tetep aja susah buat milihnya. mau golput tapi tetep ada konsekuensinya.

    Reply
  13. asop
    asop says:

    Ah, emang sulit mengetahui mana janji yang akan dilaksanakan ato janji yang cuma bualan. Saya hanya bisa melihat dan menilai mana janji yang realistis, dan janji yang kelewat “fantastis”. Emang pinter para calon legislatif dan eksekutif kita ini. Pada lihai mencerca dan menjatuhkan lawan politiknya dengan terus mengeluarkan komentar negatif.
    Btw, tukeran link dong… udah saya link balik… 😀

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *