Talk in Islam way

Menantang Tuhan

Setiap perbuatan pasti akan menghasilkan suatu sebab akibat. Dan Alloh telah menggariskan semuanya dalam Al-Qur’an digambarkan dengan jelas perihal cobaan yang akan diterima oleh setiap makhluknya. Penyakit, Air, Udara, Api, Gunung dan Tanah akan ditunjukkan satu persatu jika kita belum dalam keadaan yang tidak bersahabat. Karena kaum (negara) tersebut sudah melewati batas kemungkaran. Bahkan lebih parah karena kita tidak sadar akan peringatan tersebut, Alloh akan menimpakan peringatan seluruhnya hingga diakhir peringatan menjadi adzab menyedihkan. Apakah terjadi di negara kita Indonesia ini, secara ilmiah (karena segalanya harus dengan ilmu) benar kita berada didaerah potensi gempa. Namun apakah cukup kita berproyeksi pada sumber manusia, ingatlah sumber pasti yaitu Al Qur’an dan Al Hadist.

Read more

Belum Tentu Baik

Ketika mengikuti kultum dan mengamati apa yang diuraikan oleh seorang khotib, ada baiknya kita mau menelaah kembali apa yang beliau uraikan. Upaya ini menarik benang putih supaya kita mau belajar lebih baik dan tidak hanya ikut secara serta merta. Namun jangan pula sok pintar padahal ilmu itu bisa berkurang jika tidak dirawat atau dipupuk dengan baik. Jangan sampai kita seperti bebek yang menurut saja digiring kesana-kemari, bahkan bingung ketika harus menentukan arah. Karena Tujuan itu hanya satu yaitu mencapai kebahagiaan dunia akhirat dan arah itu hanya satu yaitu Alloh Penguasa Semesta Alam.

 

Read more

Mendekati Syirik

Demi Alloh SWT yang menggenggam jiwa raga ini, yang tidak mampu berbuat selain atas ijinNYA. Kurang lebih dalam kurun waktu 2 tahun dari tulisan ini saya buat kita banyak disuguhkan baik dari selebaran, email, sms maupun telepon dengan kategori berantai. Kenapa berantai karena kita diajak untuk mengikuti apa yang diinginkan oleh penulis, ingat sesuai apa yang diinginkan penulis. Kenapa saya menggaris besar kata-kata tadi, memang pada akhirnya anda termasuk rekan kita atau bahkan kita sendiri (Semoga ampunan diberikan pada kita) melakukan sesuai kata-kata yang disebutkan. Seperti kerbau yang dicocok hidungnya, mau saja ditarik kesana kemari tanpa sadar apa yang dilakukan, bodoh dan tidak hati-hati dalam bertindak. Read more

Penjahat Perang Yang Selalu Leluasa

Pagi tadi aku menyempatkan diri menyaksikan siaran editorial Media Indonesia di Metro TV, pokok pembahasan utamanya adalah tentang pengiriman tentara perdamaian TNI ke Lebanon. Terjadi interaksi pemirsa dengan pembicara Bp Jafar Assegaf sebagai wakil dari Media Indonesia, ada yang pro dan ada yang kontra. Hanya ada satu kontra yang cukup membuat saya mengernyitkan kepala yaitu Bp. Herman dari Cilegon kalau tidak salah. Dengan nada kurang bersahabat dia menyatakan tidak perlu mengirim TNI ke Lebanon karena hanya akan menghabiskan biaya dan buang-buang tenaga sedangkan negara ini dalam keadaan miskin, tidak usah cari muka. Mungkin ini bentuk kekecewaan seorang warga negara Indonesia, yang cepat mendifinisikan sesuai dengan beban hatinya. Read more

Mendekatkan Diri

Masa berganti dan terus mengurangi usia, semakin medekatkan kematian diujung Malaikat pencabut nyawa. Rupanya masa lalu telah berlalu dan tidak akan pernah kembali, yang ada adalah hari ini entah esok hari. Rasa itu ada namun enggan merasakannya, nikmat itu ada namun malas melaksanakannya, sejuk itu ada namun panas memancar ditelinga dan semangat itu ada namun lelah setan memanggulnya. Yah, sebulan berlalu aku mendekatkan diri mencari apa yang menghalang semua ini. Sore, malam dan pagi saksi cahaya hati yang meredup namun kucoba membuatnya semakin terang. Sedang siang adalah aktifitas mencari duniawi yang menyeimbangkan raga ini dalam rangka menggapai cahaya hati. Kuhabiskan sebagian waktuku untuk belajar dunia dan akhirat, semata karena tunduk patuh kepada sang Khalik penguasa alam semesta dan Maha Sempurna. Read more

Alhamdulillah atas Islamku

Kuasa Alloh SWT yang tiada tara, tiada berujung, tiada luput sedikitpun dan tiada yang mengetahui kapan datangnya selalu membuatku tertarik untuk mencari titik temu yang pada akhirnya akan kembali hanya pada kepasrahan seorang hamba kepada sang Khalik. Beribu wajah yang kulihat, berbagai sifat yang aku lewati, berbagai sikap yang ku diperlihatkan dan berbagai keyakinan yang mereka pegang.

Read more

Hidup Untuk Makan

Sebuah kalimat yang mudah dicerna tapi mungkin enggan menelaah maksud didalamnya. Kata demi katanya sangat mudah dipahami oleh siapapun yang membacanya. Dimana kalimat hidup untuk makan menggambarkan perilaku manusia sebagai obyek pelaku mengejar segala sesuatu di dunia ini hanya sebatas mengurusi kepuasan dan urusan perut saja. Pikiran telah masyuk oleh kenikmatan sesaat yang mengenyangkan ususnya. Lambat namun pasti akibat hal ini pelaku akan selalu mencari cara atau tempat dimana dia bisa mendapatkan makanan empuk yang diinginkannya. Sungguh sangat mudah didapati orang-orang sedemikian ini dan sulitnya ber amar ma’ruf nahi munkar bersama mereka.

Read more

Bagaimana ??

Saat kita berdalih dengan keadaan lingkungan sekitar, sering lupa pada diri sendiri yang mendengkur saat kebenaran disampaikan. Takut menjadi jatuh wibawa atau jatuh miskin di dunia, menduakan Alloh dengan sifat kebendaan lain yang tak kekal. Saat aku melihat kemungkaran di alam sekitarku sedangkan diri ini masih dalam lingkarannya bagaikan tidur ditepi jurang. Aku akan terporosok dengan mudahnya di alam mereka, saat mereka menyeru untuk mendekat. Read more

Fenomena pornografi dan pornoaksi

Ini adalah hal yang tak akan pernah habis untuk dibahas, jika ada yang bilang basi atau ketinggalan jaman mohon maaf jika anda tidak sejalan. Kami ingat mengucapkan kata porno saja dulu pada usia dibawah 7 tahun sudah dianggap kotor, tapi di Indonesia saat ini hal ini seperti membudaya. Pada jaman jahilliyah (keterbelakangan atau kebodohan) hal ini begitu populer karena berkuasanya kaum fasiq dan golongan yang menghancurkan bahkan memutarbalikkan kitab suci dari yang haram menjadi halal. Mereka yang suka pamer, riya, unjuk kekuatan dan unjuk tubuh menjadi pemenang dalam jual beli dunia. Peringatan demi peringatan diturunkan beserta turunnya para utusan Alloh SWT membawa rangkaian kitab suci, hingga adzab pedih menimpa kaum-kaum yang keterlaluan. Masalah pornografi serta pornoaksi ini tidak akan pernah ada habisnya, hingga kiamat tiba ia akan tetap becokol merusak aqidah dan menghancurkan iman takwa seseorang.

Cambuk Hati

Sejuk dan nyaman rasanya saat menulusuri setiap tepian alur tutur kata yang tertulis dalam buku Cambuk Hati, Dr. Aidh bin Abdullah Al-Qarni serial penyejuk hati. Buku dengan warna cover merah ini seakan membuat pembacanya semangat mengulang dan mencari dasar-dasar hadist maupun riwayat yang disuguhkan. Rasanya buku setebal 360 halaman ini belum cukup dibaca jika hanya sekali, namun sekali baca kita akan dibawa pada tiga sisi dunia yaitu masa lalu, suasana hati dan masa sekarang. Read more