PUTUTIK NETWORK

Blogging, Travelling, SEO and Monetizing

Trik Menarik Minat Baca Balita

Orang tua akan merasa bangga jika anaknya termasuk dalam kategori “cerdas”, setiap orang akan menyanjung tidak hanya anak tersebut tentunya orang tua juga. Definisi cerdas disini luas sekali pengertiannya dalam lingkup positif tentunya, yang jelas ia dengan mudah tanggap terhadap berbagai masukkan dan membutuhkan logika serta nalarnya. Orangtua bisa saja membuat atau membentuk kepandaian seperti yang diinginkan orangtuanya melalui lembaga-lembaga pendidikan atau taman bermain. Tapi jangan salah pembentukkan kepribadian atau moral yang baik tidak akan mudah didapat tanpa peran serta orang tuanya. Dengan pembetukan kepribadian yang baik, Insya Alloh pembentukan kecerdasan anak lebih mudah. Sebab kepribadian tersebut akan membentuk jiwanya menjadi rapi, mencari jawaban sebab akibat, suka kebersihan, tertata dan logis.
Buatlah suasana rumah yang menyejukkan, gemar membaca, gemar ibadah, mengajarkan menepati janji dan waktu, gemar berdialog dan kreatif. Yang pasti kita jangan memaksakan kehendak, hal ini akan membuat anak merasa terkungkung imajinasi dan mendendam terhadap perlakuan orang tua. Jika melarang sesuatu perbuatan tidak terpuji alangkah baiknya jika kita tidak mengungkapakan dengan kata-kata “Awas”, “Jangan”, “Bodoh”, “Kurang ajar”, atau mengumpat. Luruskanlah caranya dengan ungkapan yang memancing daya pikir atas sebab akibat yang kita berikan. Hal ini membuat anak merasa dihargai dan senang atas perlakuan lembut tersebut, ia memikirkan terus dan memaksanya mencari kebenaran pendapat tetuanya. Karena belum bisa mengungkapkan dengan gamblang ia berusaha menghafal terlebih dahulu dan jawaban baik buruk akan didapat dengan sendirinya.
Sekecil apapun dan semurah apapun, semua barang dirumah dapat kita jadikan barang pendidikan bagi buah hati tercinta. Karena anak akan memperhatikan setiap yang dilakukan semua orang dalam rumah tersebut maka buatlah semua tertata rapi mengikuti jadwal seharusnya. Kami sudah merancang semua ini jauh hari sebelum arya anak kami terlahir, kebetulan kami sudah terbiasa merawat anak saudara sehingga paling tidak mengerti bagaimana balita mengenal lingkungan. Menjadikan rumah sebagai pintu ilmu pengetahuan dan tempat ibadah selain Masjid. Inilah hal yang kami telah lakukan pada anak kami dan Insya Alloh kedepannya lebih baik.
  • Membacakan ayat suci Al Qur’an ketika masih dalam kandungan, setiap harinya kami bacakan untuknya Al-Fatihah dan Surah Qulhu. Kedua surat tersebut menggambarkan usaha dan permohonan kepada Alloh SWT jalan kebenaran di selamatkan dari tipu daya nan menyesatkan. Menjadikan Alloh dalam hatinya, menghargai seluruh makhluk hidup dan selalu semangat.
  • Saat terlahir adzan pada telinga kanan dan iqamah pada telinga kiri, ini akan menyambutnya terlahir kedua dengan fitrah sebagai hamba Alloh Yang Maha Gagah Perkasa serta menghindarkannya dari pendengaran buruk terlebih dahulu.
  • Saat ia masih belum bisa berjalan ucapakan salam setiap waktu ia terbangun dari tidurnya, saat tertidur lelap bacakan Al Qur’an secara lembut dan saat ia beranjak tidur senandungkan sholawat. Telinga adalah sumber dimana otak dan seluruh anggota tubuh mencerna kemudian diolah menjadi pengertian dan hafalan
  • Saat ia beranjak 1 hingga usia 3 tahun tampakkanlah dalam setiap perhatiannya, kita giat menata rumah, membersihkan rumah, makan bersama, ibadah jamaah, mengajaknya bercakap, memancing imajinasi, memberinya buku dan berucap salam.
  • Sampai disini terlebih dahuliu, meskipun arya berusia 1 tahun 6 bulan ia mulai mengerti bagaimana menggunakan hp dengan benar (terima telpon), mengembalikan mainan ketempatnya, risih dengan hal-hal yang mengotori tubuh, menyebutkan beberapa periperal komputer (semacam ram, vga, monitor dan cd), menirukan suara binatang, menyebutkan beberapa nama binatang, berhitung 1-2-3-4 (jika sampai 10 ia akan tertawa), minta diantarkan ke toilet jika buang air, salim saat berjumpa orang datang, ikut sholat (meskipun hanya bercanda) dan akan tersenyum jika ada yang mengucapakan salam untuknya. Tiap kami membaca koran, majalah, kitab-kitab keagamaan dan Hadist ia akan meniru cara membaca. Jika tulisan terbalik ia mengerti bagaimana memutar hingga posisinya benar, jika waktunya minum susu (asi) dan tidur ia mengajak sang ibu ke kamar (menjaga aurat dari pandangan haram). Sungguh Alloh lah yang telah menjadikannya demikian, renungkanlah bagaimana ia meniru perilaku kami sebagai orangtuanya. Kamipun berusaha menghormatinya setiap ia berhasil melakukan sesuatu atau menolongnya setiap ia minta bantuan. Kami melihat ia pun respek dengan apa yang kami tuntunkan, meski terkadang sikap kekanak-kanakannya muncul tapi kami tidak memarahinya juga tidak menjadikannya manja.
    Sampai sekarang arya membaca alam dan buku, sesekali ia menunjukkan sesuatu kepada kami maka kami sebutkan untuknya. Secara lembut kami memintanya mengulang sambil menunjuk arah yang sama agar pandangan dan pikirannya sesuai yang diungkapkan. Ia suka sekali dengan ikan (iwak katanya), maka dengan berbagai cara kami wujudkan ikan itu dengan huruf angka ataupun gambar. Sesekali jika bosan maka kita harus pandai mencarikan teman yang mengajaknya main kreatif, biasanya dari yang lebih tua sedikit. Buatkan suasana membaca alam berbarengan dengan membaca bagaimana memanfaatkan dan merawatnya. Akan tercipta hitungan, hafalan dan penghargaan. Anak kita akan belajar sebelum ia menginjak bangku sekolah dan penanaman dasar iman akan memperkuat jalan hidupnya kelak. Yang perlu kita kerjakan adalah bagaimana hari ini mencetak anak terbaik, bukan esok atau masa depan. Karena masa depan adalah milik Alloh SWT bisa jadi kita atau keturunan kita salah langkah atau mendahului kita menghadap Sang Kekal.

    Updated: September 16, 2018 — 7:53 am
    PUTUTIK NETWORK © 2013 and Hosting Murah dan Cepat by HostCepat.Com