PUTUTIK NETWORK

Blogging, Travelling, SEO and Monetizing

Transit Batam – Singapore

pututik dan merlion singaporeTurun dari ferry yaitu di Hubberfrant lagi-lagi saya harus berurusan dengan pihak imigrasi, antrian panjang yang tadinya sudah membuat saya lelah, bertambah menyebalkan karena saya harus berurusan kurang lebih 2,5 jam. Setelah melakukan crossing fingerprint ditemukan bahwa ibu jari saya terdaftar atas nama warga India,

Akhirnya saya harus melalui pintu interogasi yang mengakibatkan saya beradu mulut dengan petugasnya (lupa saya tidak catat, wajah oriental yang aneh pokoknya). Hingga diruang imigrasi saya berdialog, ditanya keperluan dan keaslian paspor saya.

Cara membuat paspor di Indonesia apakah beda dengan di Singapura, itu saya tanyakan. Hingga apakah tidak ada database terkoneksi antara Indonesia dengan Singapura, sampai saya bilang alangkah terlalunya petugas yang tadi mengira saya anggota sindikat terlarang dengan tampang yang tidak sopan lagi. Sampai akhirnya saya habis berkata-kata karena bahasa inggris pas-pasan ditambah dialek inggris mereka tidak begitu mengena ditelinga. Saya berniat menunjukkan surat tugas dari pihak penyelenggara dan tujuan hotelnya, namun mereka mengurungkan, malah menggeledah tas saya. Akhirnya saya lolos juga, namun belum sampai disitu, pintu keluarpun saya masih digeledah, oooooo ya Alloh what are you doing guys, I am not terrorist. Apakah jenggot identik dengan teroris? Lalu bagaimana dengan para wanita yang berpakaian erotis atau warga mereka yang bermesraan di tempat umum, apakah itu bukan biang terror syahwat. Hehehe nggak nyambung ya.

mrt stasiun machineKesabaran saya masih ada kok, sehabis dari pintu keluar tersebut saya agak bingung dengan pintu keluarnya. Saya menanyakan kepada petugas di sekitar mall, arah ke MRT, seorang polisi wanita berwajah India langsung betanya “you Indon?” saya jawab “I am not indon but I am from Indonesia”. Dia pun menunjukkan jalannya, sampai di stasiun MRT saya dibingungkan dengan bagaimana cara masuknya (heheheh maklum wong ndeso) dan bagaimana cara mengambil tiket.

Oya sebelum panjang lebar, bagi yang belum tahu apa itu MRT, MRT adalah alat transportasi masal di Singapura berbentuk kereta api listrik dengan system tiket elektronik. Tidak diperbolehkan salah atau melebihistasiun tujuan, atau pintu keluar dari stasiun tidak bisa dibuka dengan tiket kita (sepert ATM dan harus dikembalikan).

Saya baca lama prosedur mengambil tiket dan stasiun tujuan adalah Dhoby Gaut, sekitar 20 menit dalam kebingungan ada yang bersimpati. Ia berasal dari Malaysia dan sering ke Singapore, langsung membantu bagaimana tatacaranya kepada saya. Dalam waktu singkat tiketpun keluar, saya mengucapkan terimakasih padanya dan dia kagum dengan sopan santun warga Indonesia katanya.

mrt statiun machine singapuraSetelah tiket kita dapat, langkah selanjutnya adalah masuk ke ruang MRT dengan menempelkan tiket kita ke arah mesin pintu. Dia akan terbuka jika kartu kita valid, kemudian ikuti arah tujuan MRT yang biasanya setelah pintu ada tangga berjalan turun. Begitu luas dan tersedia 3 tangga berjalan sehingga tidak perlu khawatir antrian panjang. Stasiun begitu bersih dan tidak ada satupun pedagang asongan disana. Kalo mau membayangkan MRT silahkan ingat Busway di Jakarta namun dengan jumlah pintu yang sangat banyak dengan body mirip kereta api. Bedanya menggunakan pintu otomatis tanpa petugas jaga yang harus mengatur penumpang. Penumpangnya sendiri kalo diperhatikan sangat tertib tidak ada yang berebutan seperti di busway atau kereta-api di Indonesia. Kalo datang belakangan tidak lari dan akan menunggu MRT berikutnya, rata-rata 20 menit. Yang diperlukan adalah perhatian kita pada arah peta jalur MRT, jangan sampai kita keliru ke arah yang salah. Karena disetiap lajur hanya ada 2 yang berbeda sisi dan saling berlawanan. Caranya kita lihat arah penunjuk dipintu masuk MRT, arah penunjuk itu menandakan akhir tujuan, menyesuaikannya kita harus lihat peta yang dipajang di sebelah tempat duduk, dijamin nggak bakal nyasar deh.

Saya melihat diatas pintu masuk MRT selalu terdapat 5 kamera CCTV, misal terdapat 20 pintu berarti ya 100 kamera pendeteksi kecurigaan. Betapa negara kecil ini takut akan terjadinya hal kecil yang membahayakan, informasi bahaya teroris di tampilkan pada film dilayar LCD, beda dengan stasiun kita yang banyak preman berkeliaran bahkan copet berdesakan. Yah negara kita terlalu besar itu dalihnya, tapi pajak kita juga besar donk, nah itu dikemanakan bos?

ticket yang digunakan untuk mrtRasa kagum itu tidak ada habisnya ketika kita masuk kedalam MRT, bukan karena ketika itu saya diapit 2 wanita cantik dengan celana sexy, namun karena bersih, minim getaran, suara informasi stasiun jelas dan display informasi MRT yang kecil namun terlihat jelas. Sampai di Dhoby Ghaut saya turun, bermaksud keluar dari stasiun tersebut dengan panduan tanda exit yang terpampang jelas. Saya ikuti arahnya kemanapun ada tanda exit, sejenak saya curiga karena ternyata exit itu banyak sekali dan saya hanya berputar-putar saja tidak keluar. Bertanya kepada petugas kebersihan disana, dia hanya bisa mandarin, bertanya kepada petugas stasiun, malah ditunjukkan ke arah MRT. Ya udah akhirnya saya cari akal yaitu menunggu kereta berikutnya datang, mengikuti orang yang keluar dan ketemu…ketemu… ketemuuu teriak saya dalam hati. Keluar dari stasiun Dhoby Ghaut saya abadikan dengan mengambil gambar disana, setelah itu baru beranjak ke Orchad Road. Sampai di Hotel Grand Central saya dalam kondisi yang sangat lelah lagi mengantuk.

lanjut lagi…

3 Comments

Add a Comment
  1. sekedar informasi,

    arah exitnya banyak karena akses untuk masuk ke stasiun bawah tanahnya dapat melalui berbagai pintu.

    contohnya di chinatown station, bisa milih keluar di pagoda street, chinatown point atau people’s park complex.. station-nya tepat berada dibawah tanah diantara daerah2 tersebut.

    ibaratnya kyk jembatan penyeberangan busway yg ujungnya ada dimana-mana

    thanks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PUTUTIK NETWORK © 2013 and Hosting Murah dan Cepat by HostCepat.Com