PUTUTIK NETWORK

Blogging, Travelling, SEO and Monetizing

Tarif Internet akan turun 30%

Bisnis Indonesia 06/02/07
Jakarta – Penyelenggara jasa Internet akan menurunkan tarif ritel ke pelanggan hingga 30%, menyusul disahkannya Permenkominfo No. 3/2007 tentang Sewa Jaringan yang berpotensi menurunkan biaya sewa jaringan hingga 50%.
Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia Sylvia W. Sumarlin mengatakan komponen sirkit sewa berupa bandwidth dari luar negeri mewakili 50% dari total biaya operasional sebuah PJI.
“Biaya besar lainnya adalah backhaul, jaringan akses ke pelanggan dan pajak yang masih belum ditentukan secara pasti,” ujarnya kepada Bisnis, kemarin.
Menurut dia, dengan penurunan sewa jaringan mengikuti ketentuan baru dari pemerintah maka diharapkan harga Internet bisa turun sampai 30%.
Sylvia menandaskan penurunan harga tersebut akan berdampak cukup signifikan pada besarnya pemakaian jasa Internet yang meningkat 30%, bukannya pada jumlah pengguna.
Namun APJII menetapkan jumlah pengguna juga akan meningkat 30% dari jumlah saat ini bila penurunan harga sirkit sewa tersebut diterapkan. Saat ini jumalh pengguna Internet di Indonesia adalah sekitar 20 juta orang.
Penurunan tarif sirkit sewa bandwidth Internet tersebut tentunya berdampak cukup signifikan pada penyelenggara jaringan seperti PT. Telkom Tbk.
Kepala Divisi Infrastruktur PT. Telkom Tbk, Sarwoto Atmosutarno menuturkan pada perinsipnya tarif memang perlu diatur untuk jasa-jasa yang bersifat monopoli.
“Untuk jasa sirkit sewa pada wilayah tertentu yang sudah dapat dipasok multioperator tentunya tidak perlu lagi diatur karena justru akan menimbulkan distorsi pasar,”ungkapnya kemarin.
Dia menyarankan agar regulator mendengar saran dari Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) mengenai hal tersebut.Aturan sewa jaringan
Menindaklanjuti ketentuan dalam UU 36/1999 tentang Telekomunikasi dan PP 52/2000 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi, Menkominfo Sofyan A. Djalil telah mengesahkan Permenkominfo No. 3/2007 tentang Sewa Jaringan.
Regulasi tersebut akan memuat pengaturan tentang ketentuan penetapan tarif sewa jaringan, pelaporan, evaluasi oleh BRTI dan sanksi.
Sewa jaringan atau yang lebih dikenal sebagai sirkit sewa (leased line) merupakan biaya yang harus ditanggung penyelenggara jasa Internet kepada penyelenggara jaringan seperti Telkom, Indosat, dan Excelcomindo untuk menyalurkan bandwidth yang sebagian besar dari luar negeri.
Sirkit sewa juga bisa bisa sebagai alternatif pilihan selain interkoneksi jarak jauh dalam menyalurkan suatu panggilan.
Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia menargetkan tarif sewa secara bertahap masuk kepada pola penyediaan sewa jaringan yang trasparan yang cenderung menurun.
Anggota BRTI Heru Sutadi mengatakan masing-masing penyedia jaringan sewa nantinya akan menawarkan harganya, namun regulator telah menyiapkan formulasi batas atasnya yang diprediksi lebih murah dari yang tercantum dalam Permenparpostel No. 162/1997.
“Kalau berdasarkan perkiraan kami, tarif sewa seharunya bisa turun hingga 50% baik untuk jarak jauh maupun last mile kepelanggan,” tandasnya.
Dalam Permenkominfo No. 3/2007, penyelenggara jaringan harus mempublikasikan layanan sewa jaringan beserta tarif, kapasitas, prosedur penyediaan dan kontrak secara transparan dengan perlakuan yang sama.

Info

Updated: May 13, 2018 — 7:53 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

PUTUTIK NETWORK © 2013 and Hosting Murah dan Cepat by HostCepat.Com