bapak tersayang

Selamat Jalan Bapak, Doa Kami Bersamamu

bapak tersayangBeliau adalah sosok pejuang bagi kami, penuh dengan kebersahajaan, sangat santun kepada siapa saja baik mereka lebih muda, seumuran ataupun yang lebih tua. Beliau selalu menanamkan tentang kearifan terhadap seluruh makhluk dan tidak boleh melupakan sang pencipta yaitu Alloh.

Beliau memiliki begitu banyak sahabat, baik di jabodetabek maupun karisidenan surakarta. Beliau adalah orang yang berusaha berkunjung apabila ada kabar salah seorang/kerabat/saudara/sahabatnya sakit/ada walimah/diundang, meskipun harus menempuh jarak jauh sekalipun.

Beliau seorang suami yang sabar menghadapi istri dan anaknya, seorang figur bapak yang hampir tidak pernah marah kecuali kami yang memang keterlaluan. Bahkan kenakalan anaknya sering membuat kami berdiskusi bareng. Karena di keluarga bapak membiasakan musyawarah, beliaupun mengajarkan kami jika ada masalah duduk bareng semua untuk dibahas.

Beliau di masa tuanya, menghabiskan waktu di tasikmadu, karanganyar, solo bersama sang istri. Hampir tiap sholat lima waktu di masjid, menjadi bendahara masjid dan mengurus infaq masjid. Sibuk dengan ayam-ayamnya dan berdagang sate di salah satu sudut desa. Di kenal sebagai sosok yang bersahabat di kampung, ngayomi dan pemaaf.

Tidak ada gading yang tak retak, iapun memiliki kesalahan namun semoga Alloh selalu menutupi aibnya. Beliau selalu diam mendengarkan ketika kami anak2nya memberikan uraian keagamaan, karena beliau selalu bilang ingin kami yang mengajarkan. Itulah kenapa perjuangan beliau begitu besar ketika ingin semua anaknya sekolah setinggi mungkin.

Terimakasih bapak, jasamu terhadap kami begitu besar, contoh baik yang kau tularkan belum tentu bisa kami serap namun bakti kami akan tetap meskipun kau telah tiada. Kami memohon kepada Alloh, semoga bapak mendapatkan akhir yang baik, diluaskan kuburnya, diterangkan kuburnya, dijauhkan dari siksa kubur dan mendapat syafaat dari amal yang telah dikerjakan, pun syafaat dari Rasululloh Muhammad.

Almarhum: Mariman W
Meninggal: 7 Ramadhan 1438H (jum’at 2 Juni 2017)
Usia: 66 tahun
Karena sakit diare

Beliau di saat ramadhan memiliki kebiasaan membersihkan atau memperbaiki rumah yang perlu agar, ketika kami berkunjung beliau senang anaknya nyaman (inilah yang membuat kami trenyuh karena ketika kami tiba benar saja, kondisi kamar mandi sedang di perluas). Ingin banyak saya bercerita, namun sepertinya saya cukupkan, air mata ini tak akan terbendung. Selamat jalan bapak, doa kami bersamamu dan semoga menjadi anak sholeh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *