PUTUTIK NETWORK

Blogging, Travelling, SEO and Monetizing

Rupiah, Moral dan Tanda Kiamat

Hari minggu kemarin kami pergi ke ADA swalayan setiabudi, seperti biasa shoping dan sekedar melihat barang-barang keperluan sehari-hari. Di mulai dari pasta gigi, sabun, detergen, gula, susu, es krim, coklat, mie instan dan yang lainnya. Harga minggu ini ternyata berbeda dengan harga minggu kemarin, rata-rata naik secara signifikan meskipun secara per unit tidak begitu kentara. Yah naiknya antara Rp. 25,- sampai Rp. 700,- yang kalo dikalkulasi keseluruhan dari barang yang kita beli ternyata lumayan juga sekitar Rp. 25.000. Bukankah lebih mulia uang segitu kita gunakan untuk sedekah atau amal yang lain, dasar rupiah kenapa dari dulu mesti di dongkrak terus menerus. Hingga akhirnya karena sang dongkrak berkarat sudah tidak kuat menahan beban utang yang begitu berat, jebol di sisi sana sini sehingga sulit menambal setiap sisi kerusakan tersebut.

Dan semua terasa mudah bicara ini itu, menghardik pemerintah, berburuk sangka pada aparat berwenang dan menjelek-jelekkan kelompok tertentu. Namun mana hasilnya, tetap saja sampai saat ini dolar menguat rupiah anjlok. Pemerintah yang bijak stress pontang-panting mengeluarkan ide jitu untuk solusi perbaikan, disisi lain pemerintah bejat malah menggerogoti ketimpangan sosial yang ada untuk memperkaya diri sendiri. Masyarakat bingung mencari pemuas diri sendiri, tayangan hampir diseluruh media massa menampilkan glamournya kehidupan suatu kaum, menghalalkan apa yang haram, mencuci otak menjadi konsumerisme, sikap individualis semakin nyentrik dan masih banyak lagi dampak sosial nampak saat ini.
Kami tidak menyalahkan mata uang rupiah, namun dampak dari surutnya daya jual rupiah di pasaran global secara garis besar semakin memperkeruh moralitas masyarakat. Kami tinggal antara tiga kota besar yaitu Solo-Yogyakarta-Semarang, setiap perjalanan kami memperhatikan perubahan beberapa daerah terlewati secara lintas alam. Tahun 2001 daerah blabak merupakan daerah sejuk saat kita melintasi tujuan semarang-yogya, sekarang terasa panas dan berdebu. Disepanjang jalan mulai awal 2004 jelas penebangan hutan oleh pengusaha pemilik HPH disana, memang tempat tersebut menjadi ramai dari pekerja yang lalu lalang berkatifitas sesuai tugasnya masing-masing. Tampaknya reboisasi tidak dijalankan dengan baik, beberapa kegundulan tampak dibeberapa sisi bukit dan pengusaha mulai menjual tempat pengolahan kayu mentah yang hutannya sudah tidak produktif lagi… hemmm begitu nikmatnya.

Belakangan tingkah laku pacaran semakin membuat kami ngelus dada, di pinggir jalan remang-remang yang kami lalui ada mobil dan motor dengan dua sejoli saling peluk cium tanpa malu. Ada rasa gengsi tinggi merebak dilingkungan pelajar, menjerumuskan diri ke perilaku seks arogan tanpa malu dengan teguran tetangga, orang tua bahkan agama. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda “Akan datang masa dimana wanita berpakaian tapi telanjang”, maksudnya adalah mereka berpakaian namun mempertontonkan auratnya secara tidak langsung atau bahkan langsung. Sekiranya semakin dekat dan terbukti hadist shahih ini terjadi, demi kepuasan atau meraih harta secara cepat mereka memaksa lawan jenis melayani nafsu birahi dan memberi apa yang di inginkan pihak wanita tersebut.
Lihat dan perhatikan tayangan visual, karena tayangan inilah yang paling jelas memperlihatkan gegap gempita alam bebas setan dalam otak manusia. Untuk menutup biaya produksi atau memperoleh perhatian secara luas yang akhirnya uang masuk dari rating tertinggi, mereka menggunakan trik dagang seks terselubung iklan, sinetron, musik maupun film. Disebutnyalah art atau seni, bahkan mohon maaf Gus Dur menyebut goyang ngebor sensasional Inul sebagai seni. Subhanalloh (Maha Suci Alloh) yang menetapkan segala aturannya dalam Al Qur’an dan Hadist, semoga Alloh memberi petunjuk kebenaran atas tingkah laku Gus Dur ini. Dia bukanlah Alloh yang membenarkan tingkah laku seperti itu, sebagai muslim yang baik perlu berhati-hati mengambil langkah perbuatan karena hukum Alloh SWT adalah pasti.

Perhatikan saja hukum agama sekarang ini telah bergeser menjadi hukum manusia, mereka merangkumnya dalam hak asasi manusia yang berdiri secara independen. Pernikahan lintas agama semakin banyak (yang dimaksud adalah suami-istri beda agama), kaum terbalik (gay, banci, waria, psk, wts, homo, hetero, lesbi dan sebutan lain) begitu mendapat tempat menganggapnya wajar dan memutar balikkan fakta agar apa yang dilarang agama bisa diterima masyarakat sebagai sesuatu yang umum dilakukan. Rasa hormat anak semakin berkurang karena tayangan tidak mendidik direkam semenjak dini oleh generasi penerus kita, mereka mengikuti jejak mogok makan, percobaan bunuh diri dan ikut jejak pengguna narkoba jika keinginan mereka tidak mampu di penuhi orang tuanya.
Begitu dekatkah kiamat itu? Jawabannya adalah pasti karena kiamat itu rahasia Illahi yang bisa datang kapan saja, bahkan besok pun bisa terjadi tanpa kita sadari. Hanya Alloh memberi gambaran dalam Al Qur’an dan Hadist tentang tanda-tanda kiamat, sebagian besar sudah terjadi bahkan yang paling membuat bulu kudu merinding adalah sejuk dan tumbuhnya tanaman di negara arab secara subur Allohu Akbar. Semoga setelah krisis rupiah yang berkepanjangan berlalu kita masih di beri kesempatan membenahi negara ini lebih baik dari sebelumnya dan mampu mendidik generasi penerus yaitu keturunan kita ke jalan yang diridhoi Alloh SWT. Saat meninggalpun mereka bersedia merawat pusara terakhir, mendoakan dan menjadi suri tauladan yang baik. Ya Alloh iman kami rapuh, namun ijinkan kami untuk selalu dapat memperbaiki hari esok lebih baik dari hari ini. Maha Sempurna Engkau Ya Alloh Ya Robbi.

Updated: September 5, 2018 — 7:53 pm
PUTUTIK NETWORK © 2013 and Hosting Murah dan Cepat by HostCepat.Com