PUTUTIK NETWORK

Blogging, Travelling, SEO and Monetizing

Perkembangan Arya

Dari waktu kewaktu kami memperhatikan tingkah laku arya, deimikian pula ia perhatikan apa yang kami lakukan. Maha Sempurna Alloh yang menciptakan manusia dengan bentuk yang sebaik-baiknya sesuai yang Dia kehendaki. Mengulang kembali semasa hamil, tiap pulang kerja ataupun subuh berlalu selalu kudendangkan sholawat nabi dan badar. Karena kutakut keturunanku terlahir segera mendengar lantunan mengajak maksiat, karena kami menginginkan keturunan yang selalu dihatinya ada Alloh SWT dan Muhammad SAW serta kami menginginkan darah dagingnya tercurah ilmu tauhid sepanjang masa. Saat terlahir melalui bedah kehamilan (ampuni kami ya Alloh jika cara ini termasuk dalam dosa), kami menyambutnya dengan hamdallah diiringi tangis kebahagiaan.
Menginjak usianya 1 tahun 5 bulan 13 hari, terekam segala aktifitas menunjukkan kemampuan ia beradaptasi dan berbaur dengan lingkungan baru. Arya akan merasa takut jika melihat sesosok wanita baik kecil maupun dewasa (Subhanalloh, semoga Alloh selalu mensucikan pandangan, diri dan hatinya dari sumber maksiat ini) yang baru dikenal, sebagian orang mempermasalahkan hal ini. Tapi inilah anak kecil nan masih mudah dibentuk aqidahnya dan kami berharap ia lebih baik dari kami sehingga mampu menerangi kegelapan kubur kami, mengurangi tumpukan dosa kami dengan amal ibadahnya. Setiap istriku akan sholat, ia selalu berada didepan sambil menirukan posisi sujud. Karena tubuhnya belum seimbang ia tersungkur hingga berulangkali, benjol kepalanya bagian dahi. Namun jika aku coba memindahkannya ia akan menangis (Semoga Alloh SWT memudahkan arya sebagai ahli sholat), tak ayal kusiapkan sajadah lain disamping ibunya yang sholat. Arya tidak terima dan segera kedepan ibunya, melakukan sujud sambil sesekali tertawa dan berlalu dengan sendirinya. Jika selesai sholat maka ia harus mencium tangan kami, jika terlewatkan maka ia ngambek bermain tanpa memperdulikan yang lain. Setiap ada adzan terdengar, ia akan segera menutup telinga kanan kemudian bersuara tak jelas sehingga kami menirukan lafal adzan agar ia terbiasa.
Sekarang sedikit berbeda ia akan marah jika didendangkan sholawat menemani tidurnya, namun terdiam jika kita baca Qur’an dengan melantunkannya. Ia mulai memberikan isyarat apa yang diinginkan atau apa yang harus dilakukan orang terdekat. Langkah kakinya begitu hati-hati, bahkan ia memperkirakan kemampuan jika dirasa tidak bisa dia akan menangis minta tolong. Tidak suka dengan hal-hal yang membuat kotor anggota badan atau lantai. Sulit diungkapkan, namun doa kami selalu tercurah agar dalam hatinya ada Alloh, batinnya Qur’ani, jiwanya bersama ahlul ilmi wal sunnah dan raganya islami. Agar kami sukses menjadi orang tua, dengan ijin Alloh SWT ia sebagai pengikut jejak Rasululloh SAW, sahabat, dua generasi setelahnya dan orang-orang yang sholeh.
Kejadian lucu nan sempat jari kelilingking arya terluka adalah ketika di caplok louhan, sepulang dari yogya arya menunjukkan jemarinya yang luka. Aku tidak begitu memperhatikan dan hanya bilang hati-hati kalo main, setelah mendengar cerita istri bahwa lukanya karena digigit ikan louhan aku sedikit curiga dan bertanya bagaimana bisa. Ternyata begini ceritanya, sore itu arya diajak mbah sari karena kangen mungkin ingin menggendong. Arya diajak melihat aquarium dirumahnya, semula semua asyik bercanda disana karena arya memang suka dengan berbagai macam ikan hidup. Arya ingin naik ke atas, karena belum bisa digendonglah oleh mbah sari. Asyik arya memperhatikan ikan dari atas dan asyik pula mbah sari sambil melihat televisi. Tiba-tiba … “plak-plak”… “huaaaa…huaaa… atooo…… tiiittttt” arya menjerit demikian keras dan semua berhamburan ketakutan termasuk mbah sari gemetaran melihat kelingking arya yang sobek agak besar. Nenek arya datang memarahi semua yang ada disana termasuk ke istriku, karena beliau takut jika aku mengetahui hal ini menjadi marah besar. Mendengar hal itu, aku hanya bilang “Demikianlah jika racun sudah masuk kedalam otak anak ditanganpun dianggapnya tiada”, sebenernya aku mengkiaskan televisi atau film atau sinetron malah mereka diam tanda sungkan.
Pelajaran baik buat arya…. hati…hati, semoga tidak membuatnya trauma.
Updated: September 13, 2018 — 7:53 pm
PUTUTIK NETWORK © 2013 and Hosting Murah dan Cepat by HostCepat.Com