PUTUTIK NETWORK

Blogging, Travelling, SEO and Monetizing

Perjalanan Dinas I

10 April 2007
Bangun pagi sekitar pukul 03.00 wib dibangun istri tercinta yang akan sahur puasa. Aku sendiri harus segera mandi dan mempersiapkan diri untuk ke stasiun Tawang. Setelah semua selesai, kudatangi ananda arya yang sedang tertidur. Badannya masih panas, flu yang dialami masih belum juga sembuh. Sun sayang dan kubacakan Fatihah menemani tidurnya. Tepat 4.30 WIB taksi datang di depan rumah, segera aku berpamitan pada sang istri. Tiba di stasiun Tawang aku tidak menunggu lama, 5.30 kereta mulai berangkat ke jakarta tujuan Gambir. Dari Gambir ke mampang memakan waktu sekitar 30 menit, banyak hal lucu yang membuatku tertawa. Karena baru kali ini aku turun ke di Gambir.
Di Mampang aku berbicara dengan atasan, tentang beberapa hal yang akan kami tujukan dalam tiap perjalanan tugas yang akan berlangsung. Malam itu aku ditemani mas UUD, dengan maksud membantu aku menunjukkan prosedur di Bandara Sukarno-Hatta atau Cengkareng. Pagi harinya aku bangun 3.00, dan berangkat ke Bandara sekitar pukul 04.00wib.

11 April 2007
Ini pengalaman pertamaku menggunakan pesawat terbang, kali ini menggunakan maskapai Garuda GA202 dengan seat 22A. Jujur saja, berhubung pertama kali semua proses dipandu oleh mas UUD. Hingga aku harus berjalan sendiri mengurus segala sesuatunya didalam. Selesai sudah, perkiraan tiba hingga 07.00 wib. Di dalam pesawat aku hanya berdoa kepada Alloh Sang Maha Berkehendak. Pesawat delay 30 menit karena kabar ada cuaca buruk di Yogyakarta, aku kembali dengan harap semoga tidak ada masalah. Pukul 06.35 pesawat akhirnya berangkat, jantungku berdegup dalam hati berdoa cukup keras.

Namun aku dibuat tersenyum memperhatikan safety procedure yang diperagakan pramugari. Pandanganku sesekali mengarah ke jendela menerawang keluar memperhatikan lingkungan bandara. Terdengar suara “ready for take position”, kereta berjalan perlahan. Tak henti-hentinya mataku memandang keluar, sesuai dengan arah tujuan pesawat yaitu landasan terbang. Berhenti sejenak, akupun bergumam “ooo…begini tho prosedurnya”. Dalam keadaan kagum tersebut, “plane ready to take off” maka suara bisingpun semakin keras sebagai tanda kecepatan tinggi akan segera dijalankan. Teringat pesan mas UUD untuk makan permen supaya telinga tidak sakit pada saat terbang, kuambil satu untuk dihisap. Lepas landas berjalan dengan mulus, serta merta pesawat sudah mencapai posisi diatas bandara. Begitu kagumnya menyaksikan keajaiban yang diciptakan Alloh SWT pada gumpalan awan dilangit. Seandainya ia didarat maka bagaikan hamparan tanah bergelombang, pilot pun menghindari gumapalannya yang tebal. Ketika tidak bisa dihindari, maka akan terasa seperti terantuk jalan berbatu. 07.28 pesawat tiba di bandara Adisucipto Yogyakarta, Alhamdulillah bersyukur ke hadirat Alloh SWT.

Sewa taksi ke kantor di daerah jl. P Mangkubumi sebesar Rp. 40.000, setiba dikantor masih belum banyak yang datang. Bagiku pengalamn baru ini merupakan ilmu, seandainya kita tidak tahu ilmu atau tatacaranya maka kebingunganlah adanya.
Malam selesai melaksanakan training aku tidur sepulasnya, karena sakit pundakku harus membawa perlengkapan seberat 110Kg itu. Pakaian, laptop, proyektor dan hard disk. Pelaksanaan training berakhir hari ini tanggal 14 april 2007 dan esok pagi aku harus berangkat ke Surabaya. Kalo yang ini naik kereta, meski lelah biarlah yang penting ibadah ini tercapai sesuai harapan.

1 Comment

Add a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PUTUTIK NETWORK © 2013 and Hosting Murah dan Cepat by HostCepat.Com