Perjalanan Dinas Bukittinggi

Tidak lengkap rasanya setelah dari padang tanpa melanjutkannya ke bukit tinggi atau bukittinggi. Daerah ini potensial namun belum digarap maksimal, saya tidak bahas hal itu namun saya akan bahas masalah jalan yang terekam. Report perjalan dari padang ke bukittinggi.

Lubuk Alung: jalannya masih baru tapi aspalnya tidak begitu tebal, jadi kesan kerikilnya masih terasa banget. Daerah yang lumayan padat masih tersisa sawah.

Enam lingkung: kawasan produktif yang penduduknya memiliki keahlian membuat atau reparasi parabola, membuat ijuk sapu, olah besi dan gerobak. Jalannya agak berlubang karena pembangunan perbaikan di sana sini.

Sicincin: sangat potensial buat wisata namun sepertinya kurang tertata atau terawat baik sehingga kesan kumuh terasa banget. Lain dari itu rumah-rumah lusuh catnya rapuh.

Kayu tanam: kalo diperhatikan rumah adat minang di daerah ini hampir tidak ada dan kawasan ini paling banyak orang membawa anjing berkeliling. Apa ada kontes ya?

Lembang Lembah Anai: seperti grojogan sewu di karanganyar tapi hebatnya free dan lokasi berada di pinggir jalan. Sehingga orang leluasa melihat keindahannya.

Padang Panjang: kawasan paling terawat dan ada jembatan megah merah melintas diatas jalan, tampak iklan semen dan beberapa tugu penanda kemakmuran. Jalan berliku serta syahdu mata memandang ketinggian bukit yang menghimpit jalan.

Lubuk Mata Kucing: kawasan wisata yang saya kira Lubuk Mandi Kucing, wawawawa jadi pengen berdingin ria mandi sambil main kucing 🙂

Oya padang ke bukittinggi dengan travel 25rb hingga 30rb antar sampai tempat.

9 thoughts on “Perjalanan Dinas Bukittinggi

  1. @kang mas: tapi gak kebagian
    @Huang: gak juga, kebetulan saya sebagai trainner
    @Ade: gak tau deh jeng soalnya yang saya catat lembang deh, tapi thanks koreksinya
    @wempi: 2 orang bilang lembah anai, thanks koreksinya
    @emfajar: resiko juga besar mas fajar, selain itu sering jauh dari keluarga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *