Perjalanan Dinas ke Gorontalo
Meski sebelumnya sempat gagal ke gorontalo akhirnya kesampaian juga kesempatan ini. Perjalanan ke Gorontalo cukup mengesankan (10-14 maret 2008), selain propinsinya yang panas juga transportasi disana menurutku cukup unik dan kadang melelahkan. Akses dari bandara ke kota cukup memakan waktu satu jam, dengan garuda (taksi gelap) cukup was-was juga. Tapi menurutku dari beberapa perjalanan, layanan taksi ini malah lebih ramah sambutannya dan lebih mahal :) .
Setiba di hotel aku tidak punya banyak waktu, karena harus langsung menuju target di jl. Agus salim dengan menggunakan transportasi favorite presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) yaitu Bentor. Bentor singkatan dari becak motor, sesuai singkatannya penggerak utama adalah motor dengan kepala becak. Cukup dengan membayar uang Rp. 2000 kita akan diantar ketempat tujuan, murah ya.
Hari-hari aku isi dengan banyak kegiatan, sayangnya efektif waktu bisa dipakai adalah siang hingga malam saja. Untuk paginya aku melihat mereka seperti takut menghabiskan waktu hanya untuk keperluan training dan meninggalkan kebutuhan customer. Meskipun tiap hari sampai jam 9 malam, mereka tetap antusias mengikutinya dan ada yang sampe di hubungi pihak keluarga lagi. Ah biarkan saja
Gorontalo memiliki hoby makanan dengan bahan dasar jagung, kacang dan pisang. Makanan khasnya bubur jagung yang aku lupa mereka sebut apa.
Mengenai masakan aku kurang begitu suka, karena kurang nikmat dilidah. Entah karena sudah terbiasa dengan cita rasa masakan jawa atau karena rasa sambal yang enggan aku memakannya. 5 hari di Gorontalo aku cukup bisa merasakan suasana serambi Madinah disana, masjid atau mushola selalu ramai untuk masyarakat shalat berjamaah.
Hobi berbincang dengan rakyat sekitar sekedar mencari teman malam disambut oleh seorang gadis dan bapak-bapak. Gadis manis itu pns honorer yang kalo aku perhatikannya berumur 19 tahun. Sedang bapak itu adalah bapaknya, kami ngobrol hingga larut dan tampak bahwa kami sudah terlalu larut ngobrolnya. Warga gorontalo yang aku sukai adalah sifat menolong atau toleransinya sangat tinggi.
Padahal awal berangkat aku sudah diliputi kekhawatiran sikap keras warga pesisir ini. Dan itu tidak terbukti setelah aku melakukan sedikit investigasi, sekedar meyakinkan saja selama disana aku cukup nyaman. Cuma sempat jalan-jalan malam hari ke menara tinggi yang entah namanya apa lupa aku, berpose disana bersama rekan-rekan dan makan di tempat remang-remang yang kurang nyaman bagiku. Makanannya tergolong sangat seadanya bagiku, yaitu mie instant dan nasi goring.
Kemudian kita jalan-jalan ke gubernuran di daerah pegunungan, hebat kalo aku bilang Fadel Muhammad ini memotong gunung untuk kantornya dan para staff bekerja. Dibuatnya maket megah untuk masa depan gorontalo yang baru. Sangat ambisius namun bagiku inilah perkembangan kearah yang bagus. Capek ngetiknya… udahan ah… besok kutambah fotonya, eh janjiku sudah terpenuhi lho.


Related Post:
- Perjalanan Dinas ke Manado
- Ke Manado dan Gorontalo ditunda
- Maafkan Aku
- Cerita ke Singapura
- Alexa Rank Top Up 465%



March 29th, 2008 at 2:33 pm
wah.. enak juga yah ke gorontalo.. ditunggu fotonya pak..
March 29th, 2008 at 8:05 pm
saya nunggu laporannya aja deh pak
April 1st, 2008 at 8:39 am
[...] menyelesaikan tugas di gorontalo yang sebenarnya aku belum puas menyelesaikannya karena ada banyak hal perlu diperbaiki disana. 14 [...]
April 1st, 2008 at 9:42 am
#ridu: foto di semarang, aku lagi di jkt nih
#quelopi: laporan apa ya hihihihi
April 3rd, 2008 at 11:13 am
makanan khas gorontalo namanya milu siram atau bahasa indonesianya sup jagung bukan bubur jagung. kalo menara namanya menara keagungan. sifat orang gorontalo gengsinya tinggi. walaupun propinsi ini tergolong paling miskin se indonesia, tapi banyak bangunan megah dibuat mubajir hanya karena menjaga image dan gengsi tadi.
April 3rd, 2008 at 7:49 pm
#Sofyan Uli: thanks atas infonya, bener gengsinya tinggi sekali. segalanya yang penting prestise, kayaknya lho
April 9th, 2008 at 1:12 am
Assalamualaikum Wr.Wb
Salam kenal..
Senang Ada yang beri postingan tentang Gorontalo..Tentang Nama menaranya, mungkin “Menara Keagungan” yang dimaksud ? Kalo kantor DInas Pemrintah yang di pegunungan namanya “Kantor Botu”
Keduanya adalah simbol “gengsi” dari apa yang sudah dijelaskan sebelumnya..
April 9th, 2008 at 4:49 pm
#ical: wa alaikummus salam warohmatulloh. thanks atas kunjungannya.
April 25th, 2008 at 7:03 pm
Pak Sofyan Uli,
Ga semua orang Gorontalo mempunyai gengsi tinggi ;). Ada juga kok yang biasa-biasa aja :).
Sampe ketemu lagi dimilist Pak Sofyan ;).
Bolo maapu,
May 5th, 2008 at 6:44 pm
gorontalo punya banyak t4 wisata laen yg bisa di kunjungi dgn background naturalist yg harusnya bpk kunjungi, biar semua pada tau kalo gorontalo adalah kekayaan indonesia yg tersimpan yg butuh pelestarian
May 6th, 2008 at 9:55 am
#sri agustini: wah jangan-jangan si gadis itu
#indra: ya kalo ada kesempatan kesana diajak donk
May 8th, 2008 at 9:52 pm
Mksh ud ngomongin daerahku. Tp yg d katakan gengsi it tdk bnr, krn bagi msyrkt grtalo hidup dgn ekonomi yg cukup tetap bisa mensejahterakn rakyatnya. Karena rakyat gorontalo punya sifat tolong menlng baik pribumi maupun pendatang. Dn rakyatnya selalu damai dn selalu ramah.. Rakyatnya sgt naturalis, dn tdk trpngrh dgn gaya modern.
May 10th, 2008 at 1:43 pm
#feean: maaf jika saya juga bilang gengsi, semoga gorontalo tidak terpengaruh budaya maksiat.
May 29th, 2008 at 5:58 pm
[...] pututik yang mulai tidak terurus karena harus menjalankan tugas dinas yang lama dimulai dari gorontalo dan manado kemudian cuti untuk istirahat. Melaksanakan beberapa tugas reviews yang sempat tertunda [...]