PUTUTIK NETWORK

Blogging, Travelling, SEO and Monetizing

Menantang Tuhan

Setiap perbuatan pasti akan menghasilkan suatu sebab akibat. Dan Alloh telah menggariskan semuanya dalam Al-Qur’an digambarkan dengan jelas perihal cobaan yang akan diterima oleh setiap makhluknya. Penyakit, Air, Udara, Api, Gunung dan Tanah akan ditunjukkan satu persatu jika kita belum dalam keadaan yang tidak bersahabat. Karena kaum (negara) tersebut sudah melewati batas kemungkaran. Bahkan lebih parah karena kita tidak sadar akan peringatan tersebut, Alloh akan menimpakan peringatan seluruhnya hingga diakhir peringatan menjadi adzab menyedihkan. Apakah terjadi di negara kita Indonesia ini, secara ilmiah (karena segalanya harus dengan ilmu) benar kita berada didaerah potensi gempa. Namun apakah cukup kita berproyeksi pada sumber manusia, ingatlah sumber pasti yaitu Al Qur’an dan Al Hadist.

Lewat air, Alloh telah peringatkan negara ini dengan banjir di berbagai tempat dan Tsunami mendera wilayah Sumatera Utara. Betapa mudahnya Alloh menimpakan air tanpa bisa diprediksi manusia sebelumnya. Mungkin ini peringatan keras karena disana terdapat golongan yang serakah dan ingin merusak hukum islam yang berjalan. Banyaknya produsen ganja berasal dari wilayah aceh dan banyaknya penentang hukum islam yang telah diberlakukan disana.

Lewat tanah, betapa gempa bumi terjadi di berbagai tempat di negara ini. Goncangan kuat merobohkan rumah, menciderai fisik dan mental serta menimbulkan banyak kerugian. Hanya digetarkan saja dan alat deteksi kalah cepat dengan loncatan getaran buatan Alloh Sang Penguasa Kehendak. Bagi yang tidak merasakan sendiri pasti meremehkan hal ini, namun bagi yang mengalaminya akan menjadi ketukan tajam di otaknya agar kesalahan yang dilakukan segera diluruskan.
Lewat gunung, Alloh telah mempermainkan prediksi atau perhitungan para ahli dan paranormal. Bukti sangat kuat bahwa kawasan maksiat terbesar di yogyakarta adalah wilayah utara, namun dibagian atas terdapat beberapa pondok pesantren. Sedangkan di wilayah selatan merupakan daerah agamis, akan tetapi ada kelompok yang ingin membelokkan perilaku baik disana. Betapa awan panas dan longsoran lahar telah merusak hutan gunung sebelah selatan. Namun tetap saja mereka sombong, aneh….

Lewat api, dikirimkan manusia-manusia tamak untuk menghancurkan daerah mereka sendiri. Dengan pembakaran hutan, pencurian listrik dan kebakaran akibat pelanggaran larangan. Hutan yang sudah gundul dibakar, kita dengan bangga mengkespor asap keberbagai negara tetangga. Kekeringan melanda dengan kadar panas matahari terasa diatas rata-rata.
Lewat tanah, isi perut bumi dikeluarkan atas kecerobohan dan keserakahan manusia itu sendiri. Akhirnya bencana terjadi mengakibatkan banyak pihak dirugikan, bagaimana tidak isi perut bumi tersebut keluar secara terus menerus entah kapan berhentinya. Dan berapa wilayah telah rusak oleh longsornya tanah akibat tumbuhan penopang mereka berkurang, mereka kehilangan harapan yang pernah mereka sampaikan.
Lewat udara, angin topan meratakan beberapa wilayah dan melempar pohon besar untuk ditimpakan. Pesawat dihancurkan, dijatuhkan dan dihilangkan hingga biaya besar keluar untuk menemukannya. Kuatnya unsur mistik membuat mereka terbelenggu dalam praktek perdukunan dan kembali Alloh mempermalukan segala permainan mereka dengan tebakan yang selalu keliru.
Lewat penyakit, betapa banyak jumlah penyakit perenggut nyawa ditampakkan di negara ini. Bahkan oleh binatang-binatang kecil dan ternak kesayangan. Nyamuk telah memproduksi demam berdarah yang merenggut nyawa anak kecil hingga dewasa, unggas mengirimkan penyakit flu yang sebenarnya bisa dihindari jika kita terbiasa hidup bersih dan masih banyak lagi penyakit melanda negara ini.

Kenapa semua itu bisa terjadi secara bertubi-tubi dinegara ini? Jawabannya sangat sederhana, karena kita telah melupakan kehadiran dibumi ini sebagai khalifah. Yang tujuan hidupnya ibadah dan selalu ber amar ma’ruf nahi munkar. Namun kita malah melawan ketentuan tersebut dengan terjebak pada kehidupan laknatulloh. Mempersekutukan Alloh dengan praktik perdukunan, lebih percaya perkataan paranormal, perbintangan atau astro, kartu dan lain sebagainya. Prostitusi yang “dilegalkan” karena menghasilkan pemasukan berupa uang haram yang “dihalalkan”. Dibunuh atau dibuangnya anak yang dilahirkan, dengan cara yang keji bahkan kemungkinan untuk diulangi ada karena awalnya dia “selamat”. Ghibah (gosip) dan Pengumpat (org berkata kotor) semakin bebas dipertontonkan, seseorang yang membuka aib orang lain maka di akhirat akan dibuka aib tersebut untuk diperlihatkan kepada seluruh makhluk. Bagi yang suka berkata kotor dan mengajarkannya kepada orang lain maka ganjarannya adalah air nanah dan besi yang panas untuk mulutnya. Kalo kalian lihat orang suka bergosip maka usianya pendek dan matinya berpenyakit. Pembelokan kaidah Islam pun marak kita saksikan di televisi (saya hanya sekilas melihat), dalam tayangan-tayangan tersebut cenderung merusak aqidah secara halus dengan kedok agama. Sedang kita lebih enak menonton televisi daripada membaca ayat-ayat Alloh. Hal unik adalah pemakan uang rakyat, mau tahu gaji pejabat negara ini cek saja sendiri. Saya hanya bisa ngelus dada, bagaimana bisa mereka merasakan kelaparan rakyatnya sedang mereka kekenyangan dan bagaimana mereka bisa mengatur rakyatnya sedangkan segalanya berlebihan. Tentu tidak semua pejabat seperti itu, tapi adakah yang mau 90% gaji untuk rakyat jika ia bergaji lebih dari 10jt. Kita telah dicontohkan dalam hadist mengenai pemimpin pejuang Islam yang mensejahterakan negaranya dengan sistem Islami. Mereka takut menjadi pemimpin, karena pertanggungjawabannya yang besar. Dan jika menjadi pemimpin mereka akan menyerahkan harta kekayaannya untuk rakyatnya. Tidak sungkan-sungkan mereka turun kejalan memberikan bantuan dengan menyamar dan menanyakan perihal kepemimpinannya. Memang pantas negara ini menerima peringatan dari berbagai sumber karena kesombongan yang Hanya Milik Alloh mereka gunakan. Jika bukan karena para ulama yang masih memberi peringatan baik, maka negara ini sudah diluluhlantakkan. Apakah kita tidak mampu membersihkan diri atau apakah kita menantang Alloh SWT?

Updated: September 28, 2018 — 7:53 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

PUTUTIK NETWORK © 2013 and Hosting Murah dan Cepat by HostCepat.Com