Membuat Paspor Tanpa Calo

Membuat Passport Online Tanpa CaloSejak 15 Februari 2008 ceritanya sibuk ngurusin surat menyurat untuk paspor di kantor Imigrasi Klas I Semarang. Ngebut dari rumah sekitar pukul 8.30 pikirku kalo berangkat pagi bisa langsung dilayani. Berhubung lokasinya masih mencari (payah daerah sendiri nggak tau) tiba di TKP tepat pukul 9.25 mana kehujanan lagi. Langsung aku menuju tempat semrawut itu, aku lihat disisi kanan banyak sekali orang yang menulis kertas dan aku berlalu mencari mading atau flowchart procedure. Yang paling informatif adalah daftar harga, ini yang paling komplit cuma tulisannya kecil, kasihan bapak2 yang sudah sepuh.

Aku menemukannya namun kurasa sangat kurang informatif bagi makluk paling sexy oon seperti aku ini, alurnya tidak menjelaskan loket lokasi yang dituju. Akhirnya aku menuju Loket B2, aku tanyakan kepada mereka dimana saya bisa mendapatkan formulir pendaftaran.

Imigrasi: “silahkan bapak baca panduan di dinding sana”
pututik: “saya sudah dari sana pak, namun lokasi loket tidak jelas untuk pengambilan formulir”
Imigrasi: “formulir bisa anda ambil disana” (sambil menunjuk ruang kecil di sudut utara -eh bener nggak nih arah mata anginnya)
pututik: “Ok terimakasih pak” (menuju target dengan gadis atau bukan duduk tanpa senyum)
pututik: “mbak ambil formulirnya disini?”
Imigrasi: “buat apa?”
pututik: “untuk membuat paspor”
Imigrasi: “Rp 27.000 “(sambil menyodorkan map beserta berkas)
pututik: “ehm, tapi disini tertulis tanpa biaya mbak” (mancing aja sih)
Imigrasi: “map dan sampulnya tidak pak” (ketus – jadi gak cakep deh 🙂 )
pututik: “oooo gitu, terimakasih mbak” halah nggak dijawab friend

Langsung menuju meja, eits penuh sesak, nggak jadi kesana deh. Cari lokasi lega deket bapak-bapak gemuk, sambil berlagak ndeso (lha asline opo tho mas). Aku sudah memperkirakan sebelumnya, bahwa akan ada calo yang mendekat melihat mangsa empuk yang gampang dikadalin. Sambil mengisi berkas sedetail-detailnya aku berusaha tenang. Tiba-tiba ada suara lirih mendesis di telingaku dengan nada yang agak berat.

bapak itu: “mau buat paspor ya mas?”
pututik: “iya pak, ini baru isi formulirnya”
bapak itu: “mau diurusin nggak mas, kalo dah jadi mase saya hubungi”
pututik: “oya, cepat sekali pak, ini untuk paspor apa ya”
bapak itu: “semuanya dan mase tidak report meski bolak balik sana sini, kerja dimana?”
pututik: “di jalan pemuda, kalo boleh tau tarifnya berapa?”
bapak itu: “itu urusan nanti mas, yang penting mase setuju dulu, oya mas ini diisi begini begitu (sambil dinujukin caranya)”
pututik: “ooo di isi ini ya pak, trus kalo yang ini di isi apa ya” (akhirnya aku kadalin deh)
bapak itu: “ooo, yang itu pakai ini aja mas, ngomong-ngomong gimana mas?”
pututik: “itu tadi pak, saya butuh kisaran harganya dulu khan saya belum tau!”
bapak itu: “antara 550ribu sampai 750ribu tergantung proses paspornya nanti untuk apa dan kemana gitu”
pututik: “ehm segitu dah standard ya pak?”
bapak itu: “iya mas dan nanti mas tingal tau jadi aja, itu dah murah lo”
pututik: “makasih pak saya urus sendiri aja deh” sambil berlalu

Di loket B2 aku letakkan formulir itu tepat pukul 10.05, sambil berbicara dengan petugasnya bahwa aku memberikan formulirnya dan ia memberi isyarat untuk menunggu. Waktu berlalu hingga pukul 11.30, lama banget nih wah nggak bener nih. Akhirnya aku maju aja wong antrian nggak banyak kok, katanya sebentar. Setelah itu aku dipanggil, padahal pantat belum ditaruh di kursi untuk duduk.

pututik: “iya pak, hadir”
imigrasi: “mau kemana mas”
pututik: “tugas pak ke wilayah asia belum tentu mana?”
imigrasi: “kerja dimana?”
pututik: “disitu pak”
imigrasi: “surat rekomendasinya” (tampak senyumnya baru merekah, sajake ngece)
pututik: “menyusul gimana pak?”
imigrasi: “nggak bisa mas, khan ada aturannya”
pututik: “ok pak kalo gitu saya nanti kembali lagi”
imigrasi: “ini jum’at mas, kita buka setengah hari sampe jam 11, jadi senin nanti bisa kembali kesini”

Gak bisa baca jam deh padahal sekarang jam 11.40 waktu aku harus segera ke masjid, ahhh karena aku nggak mau panjang lebar kuputuskan kekantor. Dan meminta surat rekomendasi yang belum dibuat. Hari yang ditungu tiba aku menuju kantor untuk minta tanda tangan supervisor disana, karena kalo nunggu dari pusat kelamaan dan masak aku tanda tangani sediri 🙂
Tiba di imigrasi aku langsung menyerahkan formulir, sayagnya dah pukul 11.30 dan akhirnya menunggu mereka istirahat. Selesai istirahat kok nggak dipanggil juga padahal aku tau punya nomor 1 tadi, aku perhatikan bahwa orang-orang yang dimeja tadi memiliki raut wajah persis seperti jum’at lalu. Dan diantara mereka lalu lalang membuat aku mual karena kelaparan. Tepat pukul 14.00 aku dipanggil, meminta photonya di lem disalah satu berkas. Habis itu ternyata semua berkas asli diberikan kembali dan disuruh kembali jum’at depan.

pututik: “kok lama sekali pak, padahal berkas saya lengkap”
imigrasi: “khan harus entry data dan dikirim ke jakarta dulu”
pututik: “nomor map saya 20 berarti awal dong pak?”
imigrasi: “khan harus antri pak, nunggu gilirannya”

Aku mencium bau aneh, karena ada orang yang kuhafal wajahnya baru saja meletakkan berkasnya dengan nomor diatas 20 semua. Bahkan petugas itu masih melayaniku berpaling ke orang itu. Pake bahasa jawa sih cuma ku indonesiakan aja.

orang itu: “gimana bos, besok bisa?”
imigrasi: “hari rabu lah, soalnya dah sore nih”
orang itu: “ya udah tapi menyusul ya” sambil kode-kodean
pututik: “ya udah pak makasih atas layanannya, permisi” sebel tuh

Jum’at pukul 8.00 aku tiba dengan menggigil karena hujan deras mengguyur sejak pagi dan aku menyaksikan orang yang sama lagi persis seperti waktu itu. Aku keloket menanyakan petugasnya mana, karena jam segitu kok nggak ada orang dibagian penerimaan. Suruh nunggu lagi, eh orang-orang yang kukenal wajahnya bergerumul didepan loket sang petugas mendadak datang. Kurang ajar pemakan uang haram semua kalian, penjilat dan penipu teriakku sekeras-kerasnya dalam hati.

9.30 aku dipanggil dan ia bilang berkas sudah siap nanti tunggu di dekat ruang photo ya. Karena ruangan masih sepi, aku sangat senag dan berbunga-bunga pikirku nanti bisa ngerjain tugas setelah ini. Tinggal 4 orang kok antriannya, oya anehnya di kantor imigrasi semarang yang slogannya klas satu ini nomor antriannya dimatiin lho. Aku tunggu sambil melihat orang-orang aneh itu, memberi kode terus menerus kepada semua bagian tugas disana. Tapi aku mengalihkan pandangan ke pesan paling besar tepat di atas loket. Untuk Menjaga Ketertiban DILARANG mengurus paspor menggunakan jasa perantara atau calo, ehm semoga saja slogan itu bener adanya.

Pukul 10.30 mulai berdatangan orang-orang dan mereka memasukkan ke loket yang tadi kumasukkan didamping orang aneh itu. Setelah itu mereka duduk dibelakangku dan selang beberapa saat orang aneh itu mengetuk ruang photo yang aku lihat ada satu orang sedang photo biometric disana. Saat itu juga nama orang dibelakangku itu dipanggil, keparat nggak sopan sekali mereka main serobot seenaknya. Dan berulang, dan berulang, dan berulang, dan berulang sampe capek ngetiknya.

Aku tanyakan karena sudah pukul 11.15, katanya nanti dipanggil, aku langsung tanya berkas saya sudah disitu belum untuk memasikan. Ternyata belum omaigotttttt, dan aku melihat nomor map lebih dari angka 20 bertengger rapi disitu, akupun marah dan menanyakan hal ini serta merta mereka mencarinya. Ada apa dengan layanan publik ini, memalukan diri sendiri dengan bertindak tidak tertib.

11.30 aku dipanggil untuk photo, tukang photonya dah nggak ramah terhadapku apalagi waktu finggerprint wah kelihatan banget deh sebelnya menyaksikan tukang onar ini. Untungnya setelah itu aku mendapatkan pewawancara yang baik bangeeettttt. Malah yang bersangkutan tersenyum tanda suka sama aku, maklum aku cowok dia cewek, wakakakakak. Sampai situ aku pergi kemasjid dulu, dah waktunya sholat jum’at. Selesai sholat aku bergegas ke kantor imigrasi untuk melakukan pembayaran dan hp menunjukkan waktu 12.45 yang berarti kurang 15 menit lagi.

Ngobrol dengan teman seperjuangan yang baru kukenal, sambil memperhatikan orang aneh disampingku yang jumlahnya 20an. Mereka berbagi uang keuntungan sambil membicarakan percepatan proses pembuatan paspor pada bapak dan ibu anu. Ooomaigoootttt calo brondong semua tho ini, karena aku nggak mau berlama-lama dah enek ngliat suasana tidak jujur seperti ini tepat pukul 13.00 aku langsung menuju loket pembayaran. Karena ngak ada orang aku jalan aja disitus seperti detektif kesiangan. Nah ada target di loket lainnya.

pututik: “maaf pak, petugasnya mana ya”
imigrasi: “ndak tau mas makan kali ya”
pututik: “tapi ini sudah 13.30 lho pak”
imigrasi: “paling sebentar lagi”
akhirnya 13.45 baru tiba dan aku langsung serobot untuk pembayaran, mumpung sendirian.
pututik: “pak mau bayar”
imigrasi: “bentar pak komputernya baru dinyalain” ladalah
pututik: “atas nama saya no 20 pak”
imigrasi: “ini mas ada”
ternyata ibu-ibu yang tadinya malu-malu mulai mendekatiku untuk ikut barengan mbayar.
imigrasi: “mas, habisnya 170ribu, dengan rincian photo, paspor dan administrasi”
pututik: “lho pak di kwitansinya kenapa photo Rp.0 bukannya Rp55.000” otak mulai keruh
imigrasi: “iya mas tapi total yang harus dibayar 170rb untuk photo tidak kami terakan”
pututik: “wah nggak bisa gitu donk pak, dah pelayanannya lama kwitansi nggak lengkap lagi”
imigrasi: “tapi masnya sudah tahu rincian yang ditempel disana khan”
pututik: “sudah donk pak, cuma ini nggak jujur, lha saya nanti klaim kekantor hanya Rp. 115ribu”
imigrasi: “bapak tanda tangan paspornya”
pututik: “berarti setelah ini bisa diambil donk”
imigrasi: “hari selasa mas, kami entry dulu datanya”

Yo wis lah sing waras ngalah, padahal yang lewat calo setelah itu bisa diambil lho, next aku akan berikan tips mempersiapkan berkas untuk membuat paspor. Membuat paspor tanpa calo itu mudah asal di lokasi imigrasi yang tepat.

Pencarian terlaris disini:

  • contoh surat kuasa pengambilan paspor (44)
  • contoh surat pengantar pembuatan npwp (11)
  • contoh bap penipuan (10)

47 thoughts on “Membuat Paspor Tanpa Calo

  1. duuh jadi inget dulu,, ridu dulu bikin paspor pake jasa calo di imigrasi tuh.. alesannya siy biar cepet aja.. ridu aja kaget, orang2 dari pagi nunggu antrian, eh ridu baru dateng langsung foto, wawancara dsb.. cepet sehari langsung jadi..

    kebetulan di imigrasi jaksel lagi rame2nya tuh..

  2. Itulah indonesia….

    itu mungkin salah satu petikan lagu wajib yg dulu waktu kita sekloah sering kita nyanyikann, semoga lagu itu akan menjadi baik bila prilaku orang2 indonesia berubah menjadi baik.amin ….semoga

  3. xixixi kalo inget ginian jadi inget negeri endonesiah ini hahahaha
    akirnya nyadar inilah endonesia yg katanya disanalah aku berdiri, jadi sebenarnya kita bukan di endonesia, soale endonesiah ada disana bukan disini 🙂

  4. #ridu: selamat ya, ndak antri 😀
    #paramarta: jelas langsung dikunjungi
    #pudakonline: iya, nguap ya kok panjang 🙂
    #ridhocyber: ya sabar itu kuncinya
    #diskak: juga friend
    #waterbomm: ya iyalah…..
    #geblek: tapi aku cinta istriku yang dari indonesia kok mas joko
    #iverlita: semoga lekas sembuh
    #tehaha: sekali lagi aku cinta istriku yang dari indonesia 😀
    #toim: bener, sambil ngakakak bacanya

    btw hari ini belum jadi juga lho 🙁

  5. duuuh, gimana nih,, jadi deg-degan mo ngurus paspor sendiri.mudah2an ga dipersulit yach. emang sih denger2 lewat calo sungguh sangat mahal.tanya dengan teman yang udah pernah ngurus paspor sendiri katanya cuma habis sekitar 250ribu.

  6. hai guys.. mo sharing nih…

    aku dan temenku mo ke bangkok akhir juni ini.. dia belum punya passport..
    karena dia kerja, dia mau bikin lewat biro jasa.. tapi mahals yah.. dia minta 750ribu..
    trusak pikir, karena waktunya masih ak panjang, ak mutusin ak yang ngewakilin dia urus passpor sendiri, tanpa bantuan calo atau biro jasa..
    gw pikir, sesusah apa sih ngurus passpor sendiri..
    walaupun sempet kepikir.. “kayaknya bakal banyak kesel deh berurusan ama orang pemerintahan..” tapi ya sudah lah gw tetep bertekad..

    trus kamis kemaren ak ke imigrasi bandung beli form passpor Rp 15 ribu,,udah lama nunggu, antri, panas, yah bete deh..
    eh trus tambah bete lagi karena di halaman pertama formulir itu disebutkan bahwa “formulir ini bisa didapat dengan cuma2” artinya harusnya gratis kan???
    kesel bacanya..
    maksudku, ga masalah kalau emang form itu dijual..ya pasti dibayar juga.tapi ya jangan dicetak di form bahwa form itu cuma2.. gondok aja gw…
    trus malem itu juga dikomplitin seluruh syaratnya..
    setelah komplit, jumat pagi ak balik lagi ke imigrasi untuk balikin formulir.. setelah ngebut2an karena baru tau penerimaan form cuma ampe jam 12 siang. akhirnya sampe juga pas jam 12 di loketnya.
    eh trus ak ditanya ini passportnya untuk siapa? ak bilang untuk sodara?? trus dia bilang ini ga bisa diwakilkan, orang yang mau bikin passport harus dateng langsung, untuk menghindari pemalsuan.. padahal cuma ngumpulin formulir.
    ak bilang ak bawa semua dokumen asli, bisa dilihat langsung. tetp ga bisa juga.
    trus gw bilang aja.. aneh, kok calo2 itu bisa mewakilkan pembuatan passpor??
    mereka kan yang suka malsuin data.
    trus petugas itu bilang calo2 itu punya “pass”!! eh dia nantangin, “mbak, punya pass ga??
    ak jadi tambah ga ngerti, ternyata di imigrasi calo itu legal, secara ada “pass” nya..
    dimana ya? dapet pass calo passpor?? lumayan sapa tau bisa jadi lahan bisnis baru….
    rrrggghhh…
    yang ngeselin lagi, udah jelas di form itu ada kolom tandatangan untuk yang diberi kuasa untuk wakil mengurus passpor.
    menurut logika aku sih, berarti harusnya bisa mewakilkan bikin passpor, asal yang bersangkutan dateng pas foto dan verivikasi.
    wong aku ini cuma ngumpulin formulir yang udah komplit…

    kesssseeeelll..

    yang aku pengen tau, sebenernya gimana sih cara yang bener bikin passpor sendiri tampa bantuan biro jasa or calo??
    kayaknya kalo ngurus segala2 yang berhubungan dengan instansi pemerintahan itu serba dipersulit..
    masyarakat jadi seperti didorong untuk berhubungan dengan calo??!!

    jadi pengen nyruh KPK nyelidikin imigrasi.. tapi ya susah juga..
    di indonesia, apa sih yang bisa lancar tanpa uang pelicin??!!!
    seperti aku, akhirnya aku mutusin mending bikin passpor lewat biro jasa…
    750ribu, tau beres.. cuma 1 hari pula….
    daripada cape & sakit hati..
    mo ngirit.. malah jadi ribet….
    huhuhu..

    thank 4 listening yah.. hehehe..

    dini

  7. Aduh bikin KTP aja susah klo urus ndiri apalagi pasport.Kapan indonesiaku maju ya.yang kaya tambah kaya; yang miskin tambah melarat. kayaknya dipemerintahan klo “no tip” lamaaaaaaaaaaaa urusannya. klo mo urus sendiri surat-2 penting pasti di suruh antri terus deh.

  8. B….U…S…U….K….. kata yang tepat buat petugas yang mempersulit bikin paspor. nih aku juga lagi mau bikin tanpa calo… cari uang aja susah…. mau dikasih cuma-cuma buat mereka…. males to….!!!!

  9. kocak-kocak… jadi intinya kita bener-bener harus ngalah ya? dan harga formulir yang harusnya gratis itu tetap dibayar 27rb? gila bener pelayanan di negara ini

  10. trima kasih atas tips dan triknya.
    wahh jd geregetan saya klu di bikin susah klu buat pasport..
    bsa2 berantem saya nti.maklum saya cepet esmosi ..xixixi..
    saya belm tau kondisi kntor imigrasi di makassar..semoga tertib dan benar2 memberikan pelayan yg terbaik ( bebas pungli )..aminnn..

  11. Waduh…
    Padahal bentar lagi tanggal 8 November harus ngumpulin paspor buat “jalan2” nih… Nggak jadi “jalan2” deh… Lah ntu sampe jadi paspor 2 mingguan… La harus gimana aq nih??? Ngemeng2 kantor Imigrasi Solo sperti ntu nggak ya???

  12. Kadang2 org2 di indonesia emang cm mau cpt & trima jd aja tanpa mau repot, kl mslh birokrasi yg brbelit2 ya salahin aja pemerintah indonesia, kan mereka (petugas) cm menjalankan aturan dr atasan nya (pemerintah)….

    1. wah mas kono nih kek nya salah satu oknum yang pengen cari duit cuma-cuma..
      birokrasi di tulis Rp.0,- tapi tetep bayar juga ujung2nya..
      bukannya gak pengen repot mas..tapi “diper-repot”..
      banyak orang menderita karena calo dan “terpaksa” bayar calo..

    1. Saya! warga negara asing (WNA) semenjak tahun 1980. Saya lahir di Indonesia pada tahun 1972. Pada Tahun 2003 saya nikah bersama wanita Indonesia (WNI) Pada tahun 2005, lahir lah anak kami, di Indonesia. Saya terlambat sedikit Mengurus Kedudukan Anak kami ini yang seharusnya mengikuti kewarganegaraan ayahnya di wilayah R.I. Anak kami mendapati paspor WNA yang saya urus di Indonesia. Paga itu hari usia anak kami sudah kira-kita 3 thunan. Katanya orang WNA yang, terlambat keluar (1 hari) saja di denda US$20. Jadinya anak kami sudah terlambat keluar dari wilayah indonesia semenjak lahir sampai itu hari kira kira 1274 hari lebih, apakah saya harus membayar denda sebesar! US$20 x 1274? jawabannya iya.
      Ada yang kenyang! petugas Or kepala Immigrasi bagian WNA! Saya bayar sebesar itulah cash in rupiah. Pada waktunya mau keluar di imigrasi bandara mau di joba lagi, mau di persulit lagi ama Immigrasi staff, what di i do to him. I spat on his face/Saya ludah mukanya.

  13. @semua penggemar artikel paspor: maaf saya belum bisa menjawab semua pertanyaan anda. Om Lubis: saya sedih membaca artikel anda, tapi emosi tidak bisa menyelesaikan masalah. Asal kita patuh dengan peraturan yang ada hal-hal seperti yang om sebutkan tidak akan terjadi, banyak hal diluar kendali saya dan saya hanya sekedar berbagi informasi agar urusan paspor bagi mereka semakin siap sebelum beranjak ke imigrasi. Plus satu kritikan membangun buat pemerinta agar mematikan praktek pemalakan liar di imigrasi indonesia.

  14. Saya bener-bener capek mas, kalau urusan surat-surat di Semarang, selalu pelayanannya berbelit-belit dan penuh birokrasi, dan hasilnya lamaaaaaaaaa sekali…. dan saya menjadi kaget setelah tahu bahwa ternyata dikota asal istri saya segala pengurusan surat-surat penting relatif lebih mudah dan cepat dan yang terpenting Tanpa Calo.

  15. maklum lah..petugas2 itu gajinya brapa sih..coba aja tanya jangan2 nda sampe 3 jt, makanya pada cari sabetan sana sini.
    klo gajinya dari pemerintah dah diatas 10 juta, mungkin nda bakalan berteman sama si calo2 itu hehehe soalnya dah nda ngurusin di loket lagi 🙂

  16. Thanks bgt nih atas informasi yg berharga tentang cara pembuatan paspor dan juga atas info yang sangat2 berharga tentang kesiapan kita klo di datangi calo. Dimana2 pasti ada yg namanya calo, namanya juga Indonesia. Terima kasih. 🙂

    pututik: yuk kita berantas

  17. makasih atas info dan sharingnya… semoga tuhan membalas amal2 agan pututik…. untuk agan2 yg lain yang jadi pelayan publik semoga ga menambah penyakit negara kita tercinta ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *