PUTUTIK NETWORK

Blogging, Travelling, SEO and Monetizing

Kak Aryaputra Sunat

Daripada membahas carut marut hukum di negeri ini mending saya cerita mengenai sunat. Kenapa sunat? ya karena tadi selepas sholat isya, saya membawa kak aryaputra ke PMC untuk di potong itunya. Trus apa hubungannya sunat dengan carut marut hukum di Indonesia? Ya karena segala bentuk aturan yang seharusnya dapat membuat tertib malah di sunat dengan sogokan serta intimidasi untuk kepentingan diri sendiri. Saya sendiri juga heran bagi mereka yang sudah bermain di ranah hukum seperti itu, apakah mereka belum sunat sebelumnya sehingga harus menyunat aturan demi uang atau membohongi hukum demi menyenangkan alat pipis tersebut? hihihihihi, ngelantur deh kesana-kemari tidak karuan.

Kak arya sedang siap-siap sunatTadi sekitar pukul 19.35wib 23 desember 2013 saya mengajak ananda arya ke rumah sakit untuk tujuan memotong kulit bagian depan alat pipisnya kalo lebih kerennya disebut sunat. Lokasinya sangat dekat yaitu di Peace Medical Center sekitar 5 menit perjalanan dari rumah di kawasan pondok cabe udik. Setelah dialog sore tadi dengan mamatutik dan meminta pendapat arya karena nilainya kali ini turun drastis berangkatlah kami.

masih aja lompat-lompat di rumah sakitSaat awal masuk di areal depan kliknik, arya masih sempat tertawa-tawa dengan melompat sana kemari dengan main kucing seperti kebiasaan kalau lagi senang. Dokter wafie menyapanya dengan penuh persahabatan, arya masih belum gentar dan malah menjadi dengan makin lompat sana lompat sini. Ok sayapun membuka pertanyaan dengan dialog sederhana, basa-basi menanyakan apa saja yang dimiliki oleh pihak PMC ini. Beliau menjelaskan jika saat ini ada dua metode yaitu sunat manual/classic dan yang kedua menggunakan cauter/lasser. Keduanya sama saja hanya dari sisi alat yang digunakan sedikit ada perbedaan, saya memilih menggunakan cauter karena arya sedikit lebay kalau kesakitan apalagi melihat darah.

Takut dengan bius sunatnyaDokter menjelaskan masalah bius, nah disini arya mulai duduk sambil memperhatikan dengan seksama apa yang disampaikan dokter wafie. “tidak ada rasa sakit kecuali nanti sebentar saja pada saat dilakukan bius suntik” begitu kata dokter wafie, terlihat wajah arya mulai berubah, jadilah ia kelekaran di atas kursi tunggu. Pas ditanya, ia hanya senyum-senyum munculin giginya yang kuning karena tadi belum sikat gigi 😀 . Apalagi setelah itu kami harus menunggu lagi karena assisten sedang ada di luar sekitar 30 menit lamanya.

mulai terlihat gelisahPukul 20.15 arya sudah diajak masuk, dimulai lepas celana, diminta tidur di ruang yang disediakan, kemudian proses pembersihan pertama semua berjalan lancar. Pada saat pembersihan kedua ia mulai sedikit gusar dengan menanyakan apapun yang dipegang dokter beserta asistennya. Tiba waktunya bius akan dipasangkan dengan cara disuntikkan, saya sudah feeling ini bakalan jadi momen menyebalkan sekaligus lucu. Dokter mulai memegang paha arya dan tiba-tiba “sakit dokter udah” teriak arya…. aku senyum-senyum sambil merasa aneh karena itu dokternya bertanya sambil bersenda gurau. “lho arya, ini dokterkan belum apa-apain baru juga megang paha” hehehehhe iapun tersenyum.

menolak saat akan dibius lokalRingkasin dikit, mulailah proses bius lokas di sekitar anunya arya. Ia teriak sejadi-jadinya dua asisten tidak kuat menahan gerak kakinya yang cukup kuat, merasa agak berbahaya, saya yang tadinya jadi paparazi alias papa photo akhirnya turun tangan dengan memegang pundak serta dua tangannya. Sambil saya masukkan wejangan-wejangan yang semoga menjadikan ia anak yang semakin berbakti, sholeh serta cerdas nantinya. Ia meminta dokter berhenti berkali-kali dengan hentakkan badan cukup kuat, menangis sejadi-jadinya. Setelah bius selesai, mulailah dengan acara cauter, yaitu penyayatan dengan pemanas (jadi sebenarnya bukan laser). Momen ini cukup menarik, karena selama itu pula arya saya ajak untuk membaca Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-naas. Ketika merasa sakit iapun meminta bareng-bareng baca surah tersebut, bahakan di momen penjahitan ia kembali minta baca bareng ketiga suratul quran tadi.

sudah selesai sunat mulai manja dehSemua selesai, dengan sesenggukan Arya menyadari kalau sunat itu sakitnya masih belum seberapa dibandingankan waktu mamatutik melahirkan. Karena selama ia teriak-teriak tadi salah satu wejangannya adalah membandingkan luka sayatan sekecil itu dibandingkan luka sayat di perut ibunya. Ini saat yang sangat tepat, semua nasihat pengingat saya sampaikan selama dalam perjalanan pulang, sengaja pelan-pelan. Sampai rumah si adik aira dan fariz menanti didepan, bersama tante dewi dan tante ipah, ternyata waktu sudah lebih dari 21.45wib. Mulai keluar manjanya dengan meminta ini itu ke mama, sampai minum antibiotik yang dibawakan mintanya macem-macem. Sekarang sudah tidur pulas, beberapa kali mengigau seperti mengulang proses sunat tadi sangat membekas dipikirannya. Cepat sembuh dan segera pulih, tambah pintar, tambah pandai, tambah cerdas dan tambah baik lagi baik perilaku maupun nilaimu ya nak.

Pencarian terlaris disini:

  • sunat (178)
  • contoh undangan aqiqah (86)
  • model undangan aqiqah (38)
  • undangan aqiqah (35)
  • contoh ucapan aqiqah (26)

1 Comment

Add a Comment
  1. selamat menempuh bentuk baru kakak Aryaputra.. Sunat memang untuk kesehatan, baik dan wajib dilakukan..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PUTUTIK NETWORK © 2013 and Hosting Murah dan Cepat by HostCepat.Com