PUTUTIK NETWORK

Blogging, Travelling, SEO and Monetizing

How to be business man

Belakangan saya sedang tertarik meneliti berbagai macam bisnis yang beredar baik yang sudah lama maupun baru-baru saja mencuat. Sebagian karena saya ingin beroleh ilmu dari setiap bidang yang mereka geluti dan bagaimana mereka mampu survive dari awal ke sukses bahkan menghadapi masa sulit. Tapi karena saya bukan seorang peneliti yang hebat atau seorang bisnisman yang handal, akhirnya hanya beberapa poin saja bisa dijadikan referensi bagus buat diri sendiri. Dan semua itu karena pengalaman mereka, dari pembicaraan mereka, dari pengelolaan mereka dan hasil kreatifitas usaha mereka. Saya dapat menyimpulkan bahwa untuk menjadi seorang usahawan akan lebih baik mempunyai hal-hal berikut:

Orientasikan pada waktu
Time is money tidak belaku disini, karena jika kita hanya berorientasi pada uang maka kemnukinan besar kita akan lekas tergilas oleh pengusaha lain yang sigap dalam menyikapi keadaan pasar. Kita tertinggal hanya karena mengharapkan hasil sebesar-besarnya, sedangkan kegiatan berlangsung dan harga di pasar berubah begitu cepat. Ibarat mengantarkan barang yang berjarak 50Km dengan sepeda (disini kita sebut S) dibandingkan dengan motor (kita sebut M). Karena mengharapkan keuntungan berlipat dengan cepat S berangkat tiba ditempat 5 jam sedangkan M tiba hanya memakan waktu 1 jam. Biaya perjalanan S sebesar Rp.3000 untuk membeli minuman dijalan, harga barang Rp.50.000 dan hanya mampu mengantarkan di 2 tempat sehingga hasil yang didapat Rp. 100.000 – Rp. 3000 = Rp. 97.000 dengan modal 60.000 keuntungan sebesar Rp. 37.000.
Sekarang bandingkan dengan M mampu 5 kali lebih cepat sehingga dalam 1 hari mampu mengantarkan sebanyak 10 tempat dengan biaya perjalan sebesar Rp. 10.000 untuk bensin 1 tangki motor 4Tak. Kalkulasinya menjadi harga barang dikali jumlah barang dikurangi biaya dan modal akan menghasilkan keuntungan, (Rp. 50.000 x 10) – (Rp. 10.000) – (Rp 30.000 x 10) = Rp. 190.000. Demikianlah S akan merugi karena terlalu banyak membuang waktu (bisa juga karena modalnya kurang) sedangkan M begitu pandai mengatur waktunya untuk menghasilkan keuntungan.
Tidak takut Rugi
Inilah yang sering menjadi kendala seseorang untuk membuka suatu usaha. Kita sering berandai-andai bagaimana nanti, hal inilah yang menyebabkan kita kurang cepat untuk maju. Alias kalah sebelum berperang sedangkan musuh di depan semakin siap dengan benteng-benteng megahnya. Selama takut rugi lebih baik tidak atau urungkan menjadi pengusaha sukses agar kerjanya tidak berantakan. Tanamkan dalam hati dibalik musibah yang menimpa dalam setiap usaha selalu tersimpan pelajaran, yaitu bagaimana kita mampu mengatasi masalah sebelum kejadian itu terulang. Jika terulang dan berulang kali berarti kita belum cocok menjadi pengusaha di bidang tersebut dan dapat dibilang bodo karena berulang kali kalah kok ndak punya solusi.
Membuat jejaring (ukhuwah)
Semakin banyak rekanan dan semakin banyak link yang kita rangkai akan membuat berjuta pengalaman tersendiri. Karakter pebisnis yang beragam merupakan suatu pelajaran bagaimana kita bisa sukses namun tetap pada koridor kebenaran. Kejujuran sangat dihargai oleh para pebisnis, meskipun prakteknya kita menjadi munafik alias saling sikut sana dan sini. Menjalin hubungan baik itulah yang diharapkan, dengan hal ini diharapkan terjadi interaksi langgeng antara kita dengan rekan kerja bahkan dengan customer. Kita akan berkembang dari sini, runtutan pengalaman baru, pemodal baru, seorang ahli baru, lokasi baru dan lain sebagainya hanya karena hubungan baik kita dengan banyak orang yang tidak kita sangka-sangka sebelumnya.
Memulai dari potensi diri
Bagaimana mengetahuinya bisa dengan coba-coba, minta pendapat ahli, mengikuti seminar dan mencari kemampuan apa yang menonjol pada diri kita. Dalam diri terdapat sesuatu yang belum keluar, itulah yang kita cari sebenarnya kita ini mau jadi apa sih. Seorang dalang yang sudah ujur mengundurkan diri dari pewayangan dan ternyata memiliki daya ingat yang bagus dan pandai berdiplomasi. Akan lebih cocok di masa tuanya ia sebagai diplomat atau moderator suatu acara, disamping itu dia juga memiliki keahlian dalam mengelola peternakan unggas. Jika tidak digali maka gagal dia menjadi peternak unggas karena rutinitas diplomatnya menyita waktu. Padahal keahlian beternak unggas ini bisa menciptakan lapangan pekerjaan untuk orang lain dan ia dapat menjadikan sebagai usaha paruh waktu di sela-sela kegiatan rutinnya. Pekerja atau calon pekerja juga harus kita kembangkan potensinya, bisa jadi mereka merupakan pioner berkembang bisnis kita.
Mengembangkan Target
Setelah kita berjalan dalam kurun waktu tertentu sesuai uraian diatas, hal penting lainnya adalah membuat usaha tersebut menjadi lebih besar dari sebelumnya. Sepertinya slogan jika ada kemauan dan kemampuan kita pasti bisa sering diutarakan oleh pakar ekonomi dan atasan yang saya temui. Promosi di media massa, angket atau spanduk adalah salah satu caranya, biaya yang dikeluarkan cukup besar namun dari waktu-waktu orang akan terhipnotis dengan iklan yang kita berikan. Daerah terpencil sulit dijangkau pun sering jadi target pembukaan pertama pengusaha besar, dengan perhitungan potensi daerah tersebut bagus hanya kurangnya pemodal berinvestasi. Membuat sesuatu yang beda, target pasar semakin tertarik dengan produk yang kita tawarkan jika memiliki kelebihan lain dibanding pengusaha sejenis. Anggap saja garansi atau poin berhadiah, merupakan daya tarik bagi masyarakat umum atau reseller di indonesia. Diawal usaha akibat pengembangan ini akan terasa bahwa penghasilan berkurang drastis, jika kita fight dengan baik dan dengan keyakinan penuh untuk berhasil maka Alloh akan memberikan jalan keluar bagi mereka yang sabar.
Hindari Hutang Riba
Ini adalah salah satu hal yang sangat saya benci, indonesia hancur karena hutang riba yang dilakukan pemerintah orde baru. Berapapun besarnya investasi yang kita lakukan tidak akan membawa berkah, bahkan hanya meracuni darah daging kita sendiri. Ada satu buku yang pernah saya baca sepintas dari seorang pakar dan juga pengusaha, menyatakan untuk jadi pengusaha jangan takut untuk hutang. Jika kita lakukan hutang di bank, retenir dan atau menggunakan kartu kredit dari waktu-kewaktu hanya akan digerogoti oleh bunga. Berapa banyak pengusaha kecil di yogya dan semarang yang pailit gara-gara kurang bijaknya mengelola modal hutang ini. Gunakanlah hutang investasi dengan kesepakatan yang baik dan tidak memberatkan, misal kita memiliki teman baik di suatu daerah setelah perbincangan usaha baru ia tertarik memberikan solusi dana. Sebelum tanda tangan kontrak maka kita membicarakan bagaimana pengembalian dana nantinya. Dalam perjanjian dibuat uang tersebut adalah uang investasi dalam kurun waktu yang ditentukan bersama, jika beroleh keuntungan dalam kurun waktu tertentu karena bersifat investasi maka dana tersebut berkembang saat kita mengembalikannya. Dan ini bukanlah riba, karena riba ditetapkan besarannya dan merupakan keharusan untuk dibayarkan. Jika kita merugi maka uang tersebut adalah tetap besarannya dan diajukan kepada pendana diteruskan atau tidak. Jika tidak kewajiban kita mengembalikannya, sesuai dengan perjanjian hutang investasi sebelumnya yaitu jangan ada yang dirugikan atau memberatkan. Alloh tidak akan mengubah suatu kaum, sebelum kaum tersebut berusaha, kebiasaan hutang riba adalah kebiasaan buruk nenek moyang kita dan apakah kita ingin kembali jatuh tertimpa tangga. Hiduplah tanpa riba.
Infaq, Sadaqoh dan Zakat Usaha
Jangan terus menerus berpikir bagaimana mencari keuntungan, tapi melupakan pajak akhirat yang harus dibayarkan. Inilah dana berkembang sebenarnya, jika hidup maka ingatlah mati agar kita juga menginat bahwa sebagian harta hasil usaha ini ada harta untuk orang lain yang menghasilkan doa sepanjang masa. Kita tidak akan pernah rugi hanya karena infaq, sadaqoh dan zakat. Malah dari sana Alloh menjanjikan penghasilan yang tidak disangka-sangka, ingat bukan sulap bukan sihir dan jangan menjadikan kita sombong karena hal tersebut.

Sekelumit diatas dari pengalaman saya bergaul dengan mereka, sebelumnya saya sama sekali tidak memiliki pemikiran menjadi seorang pengusaha. Namun setelah bergaul dengan mereka atau mengikuti berbagai seminar usaha terutama di yogya dan semarang ternyata mampu membuka wawasan baru bagi kami. Kedepan kami akan mempromosikan usaha butik murah, untuk membantu penjualan pakaian jadi di wilayah semarang, yogya dan solo di situs kami disini. Tidak besar namun paling tidak mengembangkan potensi jual beli yang dimiliki istri sejak lama, harga yang kami tawarkan pun lebih murah dari harga pasar karena kami tidak mau mengambil keuntungan lebih besar dari modal utama. Karena memang barang yang kami jual murah, jangan membayangkan kualitasnya seperti pakaian di mall atau supermarket. Jika anda pernah berkunjung ke yogya, solo, semarang tentu mengetahui jenis bahan yang digunakan untuk daster, pakaian anak, blangkon, tas dan lain sebagainya. Mari belajar, bekerja dan berusaha.

Updated: September 22, 2006 — 8:42 am

3 Comments

Add a Comment
  1. Artikelnya bagus.
    Saran nie gimana klu di percantik dengan Gambar ‘nd Read More.

  2. Terimakasih pujiannya, untuk gambar mohon maaf kami menguranginya. sedangkan untuk ReadMore kami belum membuatnya. Maklum mood untuk menata blog ini tergantung kesibukan 🙂

    Thanks

  3. Tengkyu u/ kunjungan baliknya 🙂 Btw saya cari profilenya kok gak nemu yach, maksudnya sieh biar lebih ngenal ajah 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PUTUTIK NETWORK © 2013 and Hosting Murah dan Cepat by HostCepat.Com