PUTUTIK NETWORK

Blogging, Travelling, SEO and Monetizing

Hasil Fotografi

Pengambilan suatu objek dalam fotografi adalah hasil implementasi perasaan indah atau ketakjuban terhadap sasaran. Berbagai dalih akhirnya terkuak untuk menghalalkan yang haram dan membelokkan kemaksiatan menjadi kebiasaan. Yup, mungkin anda akan mengatakan saya terlalu berlebihan atau bahkan menyudutkan pernyataan ini dengan kata munafik. Silahkan saja itu hak anda untuk berpendapat, tapi mari kita gunakan kerangka yang baik untuk berpikir cerdas.

Fotografi aryaputraObyek fotografi adalah alam sekitar dan seisinya. Jadi segala hal dibumi ini adalah sasaran bagi mereka yang hobi fotografi, termasuk hal aneh dimana munkin tidak lazim bagi sebagian orang dan lazim bagi lainnya. Termasuk satu karya arya yang menurut kami unik lagi membuat kami tertawa saat detail memperhatikannya. Namun terlepas dari uniknya photo tersebut, hasil tersebut merupakan murni keinginannya tanpa kami arahkan. Dan dia merasa takjub terhadap objek yang akan dia ambil.

Pesan moral adalah yang tersirat dari tampilan dalam media. Ini cenderung kami soroti mengingat saat ini pesan moral itu sudah tidak dihidupkan kembali. Yaitu mengarahkan ke moral yang positif bukannya mengarahkan kepada moral liberalisme atas hasrat yang sebebas-bebasnya tanpa aturan. Makanya ketika undang-undang antipornografi dan antipornoaksi didengungkan gaungnya pun cepat hilang untuk dihilangkan. Mereka membuat wacana bahwa segala sesuatu akan terkekang kebebasannya, adat istiadat akan terganggu kemurniannya dan ada golongan yang mencap bahwa ini hanya kepentingan islam yang tidak tepat jika di implementasikan di negara ini karena bukan negara agama. Anda sadar bahwa anda mendidik anak anda dengan aturan, yaitu sekolah, agama dan keluarga. Jika anda merasa terkekang dengan suatu aturan yang membatasi kegiatan pornografi dan pornoaksi, sadarkah kenapa ada aturan menikah dalam setiap agama. Jika itu akan mengganggu adat istiadat apakah hingga tahun 90an ada adat istiadat yang terkekang karena norma kesusilaan amat diagungkan. Berpakaian dan bertutur kata harus santun karena norma kesusilaan mengajarkan demikian. Jika anda berpikir ini hanya merupakan kepentingan kelompok islam tahukah anda bahwa yang ikut menentang juga kelompok islam yang sebenarnya sudah keluar dari ajaran islam itu sendiri dan ia lebih memilih kebebasan sebebas-bebasnya. Dan anehnya lagi sokongan untuk menggagalkan aturan ini lebih besar dari yang berusaha meluruskannya.

Karya Fotografi Original AryaSubyek penikmat adalah semua yang mampu melihat dan merasakan hasil fotografi. Ruang lingkupnya akan semakin luas yaitu menyangkut pribadi masing-masing. Namun jika media yang menampilkan hal tersebut dapat dijumpai sebebas-bebasny maka hal ini akan merusak kenikmatan itu sendiri. Saat ini internet merupakan media tanpa filterisasi dan sulit bagi orang tua untuk mengontrol apa yang diakses oleh anaknya. Sebagaimana beberapa pihak telah menyatakan bahwa badan sensor film sudah kadaluarsa dan mematikan ide kreatif. Betulkah sudah demikian inginnya anda menhancurkan moral bangsa ini yaitu anak cucu kita dengan kebebasan tanpa batas. Saat anda melihat diri anda telanjang di suatu media dan menghasilkan uang apakah semurah itu anda dapat membayar harga pendingin api neraka. Saat anda berhubungan badan tanpa nikah dan di ekspos oleh media kemudian dengan bangganya membeberkan kisah tersebut apakah anda berpikir bisa membayar hukum rajam yang enggan ditebus hingga ujung nyawa anda. Ketika dengan bangga anda meletakkan suatu model yang berbikini atau kondisi liuk tubuh yang ditonjolkan di cover depan, tak terpikirkah oleh anda bahwa besok anak anda akan tampil dengan tanpa busana disalah satu media massa.

Hasil Fotografi AryaHasil fotografi yang dinyatakan keindahan atau kepuasan tentu sangat bervariasi bagi setiap orang. Dari sedikit ilustrasi diatas saya ajak anda untuk berfikir lebih dalam. Adakah sekarang rasa malu dalam diri anda, adakah perasaan risih melihat cover majalah dengan pose wanita yang mempertontonkan kemaksiatan dan jijikkah anda melihat cover majalah dengan dua insan saling berpelukan bahkan sejenis. Imbas mempertontonkan kemaksiatan di Indonesia yang dibiarkan semakin merusak siapapun di negeri ini termasuk saya. Jika Tuhan tidak mengatur putaran bumi ini dalam tata suryanya apakah anda yakin bisa hidup, demikian juga tak sempatkah anda berpikir bahwa anda menghormati diri anda dengan menutupi kemaluan anda dengan mengatur pakaian sebaik mungkin. Apakah fotografi tanpa kemaksiatan itu sulit?

Informasi Pencari

12 Comments

Add a Comment
  1. Sekedar ngasih info…
    Khusus bagi para fotografer/desainer yang mau menjual produknya secara online bisa melihat infonya disini:

    terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

PUTUTIK NETWORK © 2013 and Hosting Cepat Murah