PUTUTIK NETWORK

Blogging, Travelling, SEO and Monetizing

Gejala Demam Berdarah

Saat kaki bergetar
Dan tangan tanpa daya
Tubuh lunglai dalam gerak
Hanya mata hati berbicara

Sulit beranjak mensucikan diri
Berat tengadahkan keduanya
Gemeretak suara tulang bernyanyi
Tersungkur menghunus sujudku

Sang angkara bersemayam ditubuh
Mengoyak doaku pada Mu
Mempersulit pensucian tubuhku
Memperlemah kuda-kudaku

Kemudahan selalu datang
Debu mengiringi bersuci
Berbaring kusebut nama Mu

Wahai Rab Yang Gagah Perkasa
Wahai Tuhan Yang Tak Mati
Wahai Khalik yang tak beranak pinak
Wahai Alloh Yang Maha Sempurna

Aku takut amalku belum cukup
Dosaku setinggi gunung menjulang
Amalku hanya satu pasir didasar lautan
Panggillah aku Ya Alloh
Saat Mudah bagiku mengingat Engkau
Wahai Tuhan Yang Tak Penah Lupa

Bait puisi yang kubuat saat mengalami sakit gejala demam berdarah 25 februari 2006 – 1 maret 2006, rasanya begitu tidak karuan. Tensi darah naik turun secara drastis, suhu tubuh tinggi, pusing tak berujung dan tulang belulang kaku sakit saat digerakkan. Rawat jalan dari RS. Sardjito Yogyakarta memberikan aku beberapa obat dosis tinggi, akibatnya dag-dig-dug suara dadaku. Istriku menjemput untuk di gelandang ke semarang, sama sekali aku tidak banyak gerak kecuali sesekali menanggapi panggilan arya dan melaksanakan ibadah. Saat panas naik begitu tinggi, seperti ada yang menghampiriku untuk pergi. Semoga ia hanyalah setan dan semoga saatnya nanti malaikat pencabut nyawa membawaku saat mudah bagiku mengucapkan tiada Tuhan selain Alloh dan Muhammad adalah RasulNya. Ini bukan dibesarkan atas penyakit yang sepele, karena maut dapat menjemput kapanpun sekehendak Alloh SWT sedangkan kita masih dalam keadaan merugi. Semoga kita dijauhkan dari hal yang sedemikian.

PUTUTIK NETWORK © 2013 and Hosting Murah dan Cepat by HostCepat.Com