Category Archives: Risallah

Talk in Islam way

12Aug/13

Manfaatkan Waktu Luangmu Sebelum Sempit

putut dan tutikWaktu bergulir begitu cepat bagaikan detik meninggalkan menit maupun jam, sebagaimana cahaya yang mendahului suara maupun angin yang berlalu. Ramadhan 1434H telah berlalu menyisakan sematan waktu untuk kelahiran anak ketiga kami Abiyu Dzaki Alfarizi.

Ada hal yang begitu sangat kami rasakan yaitu masalah waktu itu tadi, cepat dan rasanya kurang :D. Baik saya maupun istri memiliki ungkapan yang hampir selalu senada, kok cepet banget ya waktu itu pergi sedang kita masih di posisi ini, sambil tangan kami menunjukkan satu ukuran garis panjang antara 2 tangan. Continue reading

12Feb/12

Ujian Dunia 2012

Awal tahun 2012 ini bumi dan isinya mendapatkan ujian dari Alloh SWT, ujian tersebut yang sangat tampak terlihat adalah bencana kematian, penyakit dan menurunnya kualitas moral. Semuanya tampak dengan jelas di media massa, tidak adalagi aib yang tertutup bagi sebagian orang ke orang lain yang seharusnya ditutupi. Borok kebobrokan maupun tindakan asusila menjadi dewa dalam berita, kemiskinan iman sudah tidak dihiraukan, bahkan wacana untuk menghalalkan keharaman terlihat jelas. Continue reading

09Jun/10

Porno Biasa Aja Tuh

Dulu waktu pegang2an tangan dimarahin simbah, akhirnya biasa. Trus dimarahin nenek liat cewek pake rok mini, akhirnya biasa. Diomelin pakde karena rangkulan sama pacar, akhirnya biasa. Dipukulin budhe waktu nginep dirumah pacar, sekarang biasa. Diarak warga waktu ketahuan hamil diluar nikah, sekarang biasa aja. Ditangkep Badan Sensor karena tayangan porno, sekarang gak ada. Di sidang pak lurah waktu kedapatan ML dihotel ama TTM, akhirnya ikutan. Nonton download bokep internet, eh akhirnya pada rajin produksi sendiri. Wah semua berawal karena dianggap biasa aja.

02Jun/08

Hasil Fotografi

Pengambilan suatu objek dalam fotografi adalah hasil implementasi perasaan indah atau ketakjuban terhadap sasaran. Berbagai dalih akhirnya terkuak untuk menghalalkan yang haram dan membelokkan kemaksiatan menjadi kebiasaan. Yup, mungkin anda akan mengatakan saya terlalu berlebihan atau bahkan menyudutkan pernyataan ini dengan kata munafik. Silahkan saja itu hak anda untuk berpendapat, tapi mari kita gunakan kerangka yang baik untuk berpikir cerdas. Continue reading