PUTUTIK NETWORK

Blogging, Travelling, SEO and Monetizing

Apakah Kita?

Jika menyaksikan berita harian yang sempat kubaca lewat internet, koran, kulihat lewat koran serta dalam perjalananku 4 hari yang lalu sungguh semakin runyam hukum dinegara ini. Apa yang mereka banggakan dengan kekuatan hukum rimba di dunia ini? Lemahkah hati nurani aparat hukum, keamanan, pejabat pemerintahan dan masyarakatnya sendiri untuk melakukan kebenaran? Tanyakan pada diri anda dan diri saya saat ini, apakah moral kita dikalahkan oleh ketakutan yang bukan karena Alloh Yang Maha Kuasa?

Mungkin ada pertanyaan, apa gerangan yang menyebabkan kami bertanya semua hal ini!

Lihat saja hukum pertanahan yang carut marut, hingga sengketa yang sempat marak diawal berita seakan hilang begitu saja. Kasus kecerobohan pengeboran yang akhirnya disamarkan menjadi bencana. Pungutan Liar di berbagai tempat dari skala kecil yaitu joki 3 in 1 sampai mafia pelabuhan atau lebih tepatnya ekspor impor. Ancaman aparat terhadap anak kecil untuk mengorek informasi teroris. Mudahnya penyebaran media cabul dalam berbagai format, bahkan ada yang bangga melakukannya mendapat pujian dari khalayak. Adanya beberapa dokter yang menantang nyawa pasiennya, saat kondisi sudah kritis maka uang nomor satu. Adanya oknum Guru, bahkan beberapa diantaranya khusus bidang agama melakukan tindakan asusila dengan dalih kepandaian atau menaikkan nilai. Tindakan oknum pendidikan yang hanya ingin menaikkan tingkat kelulusan sekolahnya dengan cara memalukan. Kajian agama sering dituduh sarang teroris, tapi bagaimana dengan kos mesum maupun lokalisasi malah jadi sarang para penuduh tersebut. MUI sebagai lembaga keagamaan universal, lemah dalam hal membendung pembelokan syariah yang ada ditelevisi. Badan Sensor semakin longgar, melunturkan budaya malu menjadi kebiasaan.

Uang adalah Tuhan mereka, Jabatan adalah kebanggaan mereka, Kekuatan adalah lambang mereka, Zina adalah kesenangan mereka, Picik adalah cara berpikir mereka, Fitnah adalah kebiasaan mereka, Munafik ada dihati mereka, Dusta adalah jamuan mereka dan pemurtadan adalah tujuan mereka.

Bagaimana jika mereka beragama Islam??
Coba lihat diri kita dari lebih dekat dan nilailah diri kita, jawablah pertanyaan dibawah ini dengan kejujuran karena Alloh SWT semata.

1. Apakah kita terbiasa melakukan perbuatan Zina?
2. Apakah kita sering mendekati Zina? (manyaksikan gambar atau film porno, berduaan dengan lawan jenis bukan muhrim, bersama lawan jenis yang berpakaian memperlihatkan aurat dan berbicara mesum)
3. Apakah kita terbiasa melalaikan sholat berjamaah?
4. Apakah kita sering berdusta?
5. Apakah kita begitu bodoh dan tak punya malu?
6. Apakah kita pernah mempelajari atau menghayati Al Qur’an hingga mengamalkannya?
7. Apakah kita dekat dengan ahli ilmu dan ulama yang tidak berpolitik?
8. Apakah kondisi kita benar2 bersih saat beribadah?
9. Apakah kita lebih sering memupuk kesalahan tanpa usaha memperbaikinya?
10. Apakah belum cukup bencana untuk mengingatkan negeri ini?
11. Apakah kita mengenali Muhammad sebagai Rasulullah?
12. Apakah kita mengenali Alloh SWT sebagai Tuhan Yang Satu?
13. Apakah kita mengenal islam?
14. Apakah kita mempelajari Al Hadist dengan baik?
15. Apakah kebiasaan Teroris sebenarnya (Amerika dan Israel), menjadi panutan kita?

Alloh Maha Pemberi Taubat dan Maha Pengampun, jika kita menjadi sadar atas segala perilaku masa lalu dan saat ini masih diberi kesempatan maka bersegeralah taubat. Coba jika anda hari ini sakit, apakah bisa memastikan secara tepat jam, menit dan detik kita sembuh? Disamping itu kita harus berhati-hati terhadap mereka yang mempelajari islam dengan tujuan menghancurkan islam itu sendiri, dengan metode pembelokan aqidah yang semakin nyata berkembang dimasyarakat. Tapi kita sebagai orang islam itu sendiri hanyut terhadap segala sesuatunya, hingga segalanya dianggap biasa dan benar. Kami ajak anda untuk tidak hanya menjadi penikmat, namun berusahalah bersama mempelajari, menghayati dan mengamalkan Alqur’an serta Al Hadist. Jangan memilih-milih ayat sesuka hati kita dan jangan mensortir hadist untuk melemahkan aturan kita. Ingat Alloh Maha Sempurna, kenikmatan apa lagi yang akan kita dustakan? Hitunglah nikmat Alloh jika anda bisa dan hitunglah berapa kali syetan ada dalam keseharian anda?

Updated: October 7, 2018 — 7:53 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

PUTUTIK NETWORK © 2013 and Hosting Murah dan Cepat by HostCepat.Com