PUTUTIK NETWORK

Blogging, Travelling, SEO and Monetizing

Alhamdulillah atas Islamku

Kuasa Alloh SWT yang tiada tara, tiada berujung, tiada luput sedikitpun dan tiada yang mengetahui kapan datangnya selalu membuatku tertarik untuk mencari titik temu yang pada akhirnya akan kembali hanya pada kepasrahan seorang hamba kepada sang Khalik. Beribu wajah yang kulihat, berbagai sifat yang aku lewati, berbagai sikap yang ku diperlihatkan dan berbagai keyakinan yang mereka pegang.

 

Ruang waktu yang tak pernah habis untukku berucap syukur atas berbagai nikmat yang kualami hari ini, masa lalu yang sudah hilang dan masa depan yang gaib kadang memperkuat namun juga kadang memperlemah keyakinan. Sebagai penyendiri kadang terusik oleh lingkungan yang menggoda lisan untuk ikut bicara dan hati untuk berprasangka, segala sesuatunya begitu cepat dan tanpa jeda hingga kehati-hatian semakin memperkuat imanku.

 

Gempa Tektonik Yogyakarta yang selalu menderu sejak tanggal 27 mei 2006 menjadikanku semakin bersyukur bahwa kesempatanku memperbaiki iman islam masih diberikan. Banyak orang yang meninggal pasca gempa membuatku berucap syukur bagi mereka yang dicukupkan nikmat akhirat dan merasa kasihan terhadap mereka yang disengsarakan akhiratnya. Inilah sebuah peringatan dan sebuah ujian, sebagaimana firman Alloh SWT:

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu.(QS. Al-Baqaroh 216)
Dan, jika Kami rasakan kepada manusia suatu rahmat (nikmat) dari Kami, kemudian rahmat itu Kami cabut daripadanya, pastilah dia menjadi putus asa lagi tidak berterimakasih. Dan jika Kami rasakan kepadanya kebahagiaan sesudah bencana yang menimpanya, niscaya dia akan berkata “Telah hilang bencana-bencana itu daripadaku”, sesungguhnya dia sangat gembira lagi bangga. Kecuali orang-orang yang sabar dan mengerjakan amal shalih; mereka itu memperoleh ampunan dan pahala yang besar.(QS. Hud 9-11)
Dan tidak ada baginya suatu golongan pun yang menolongnyaterhadap azab Alloh dan tidaklah ia termasuk orang-orang yang (dapat) membela (dirinya).” (QS. Al-Qashash 81)
Dan, apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami mendatangi daerah-daerah (orang-orang kafir), lalu Kami kurangi daerah-daerah itu (sedikit demi sedikit) dari tepi-tepinya.(QS. Ar Ra’d 41)

Kini merapi mulai terkikis sedikit-demi sedikit, Alloh telah menghancurkan prasangka manusia selama ini. Setelah sisi pesisir di luluhlantakkan kini berangsur-angsur merapi mengeluarkan asap panas serta lavanya. Disaat manusia semakin mempercayai peramal maupun paranormal maka Alloh putar balikan segalanya dengan mudah. Kita kembali kepada Alloh Yang Maha Mengehtahui perkara yang qadha maupun qadhar.

 

Alhamdulillah Islam menjadi agamaku, sehingga didalamnya aku menemukan kesejukan saat air membasuh bersuciku dengan wudlu dan kejernihan merasuk dalam sujudku. Disaat sebagian orang non muslim memanfaatkan tragedi yang membuat iman labil agar mereka menjual keimanannya kepada kesembuhan duniawi atau harta benda, aku masih dalam keadaan Islam. Ya Alloh perkuatkan iman Islam mereka yang terkena bencana alam ini, singkirkan musuh-musuh kami dan lembutkanlah hati mereka untuk bersuci.

Barangsiapa mencari agama lain selain agama Islam, maka sekali-kali tidakalah akan diterima (agama itu).(QS. Ali Imran 85)
Dan, jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Alloh. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Alloh).(QS. Al-An’am 116)
Dan, sebagian besar manusia tidak akan beriman walaupun kamu sangat menginginkannya(QS. Yusuf 103)

Ingat bahwa agama satu dengan yang lain adalah berbeda, Agama itu Berbeda. Jika ada yang bilang sama saya akan menyanggahnya, karena mereka telah berbeda keyakinan dan berbeda Tuhan dengan menduakannya dengan roh, manusia atau patung. Pemikiran yang menyamakan semua agama, jika dia seorang muslim maka dimanakah Al-Ikhlash dan jika dia non muslim kenapa ada yang disembah selain Alloh sedangkan Dia tidak membutuhkan pendamping atau pesaing.

 

Alhamdulillah masih mudah bagi kami untuk melaksanakan Sholat di Masjid-masjid Alloh, masih mampu mulut lidah ini menyuarakan Al-Qur’an dan Al-Hadist meskipun hanya dalam rumah dan kuat tangan kami menorehkan sedikit “Amar makruf nahi munkar” di media ini. Disaat semakin banyaknya budaya kemanusiaan yang semakin menyimpang dari kebenaran dan semakin mendekati jaman jahilliyah (kebodohan) dahulu kala, disaat kebebasan menyulut kebingungan umat dalam beragama dan disaat hancurnya rasa malu pada sebagian besar umat manusia.

Wahai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Alloh) dengan sabar dan sholat. Sesungguhnya Alloh beserta orang-orang yang sabar(QS. Al-Baqaroh 153)
Dan, jika kamu ditimpa sesuatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Alloh. Sesungguhnya, Alloh Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui(QS. Al-a’araf 200)
Dengan kitab itu Alloh menunjukkan orang-orang yang mengikuti keridhoanNYA ke jalan keselamatan, dan Alloh mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seijinNYA, dan menunjukkan mereka ke jalan yang lurus(QS. Al-Ma’idah 16)
Barangsiapa ingin dan senang untuk berjumpa dengan Alloh, maka Alloh akan sangat senang berjumpa dengannya.Al-Hadist

Alhamdulillah kami masih diberikan kesabaran menghadapi berbagai macam kemungkaran yang tampak, kesabaran saat dicaci maki orang, kesabaraan saat orang lain mulai lebih mempercayai orang lain daripada kuasa Alloh SWT, kesabaran terhadap tekanan pekerjaan dan kesabaran terhadap merawat akhlak keturunan yang Alloh titipkan kepada kami. Disaat tayangan televisi memuat berbagai perusakan moral dan pemutar balikkan beberapa ajaran agama, disaat radio dipenuhi layanan duniawi dan saat perlatan komunikasi di selubungi oleh aksi perusakan moral. Berkembang maju dengan filter iman dan takwa, belajar dan memperkaya diri dengan ilmu bermanfaat bagi kebaikan umat namun tidak merusak. Menutup akses dari tayangan, pendengaran dan perjalanan memperkeruh iman adalah lebih baik. Namun kita harus berhadapan dengan mereka dan inilah tantangan atas iman kepada Alloh SWT dalam keislaman.

Alloh tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.QS. Al-Baqaroh 286)
Maka, sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya, setelah kesulitan itu ada kemudahan.(QS. Al-Insyiroh 5-6)
Dan, diantara manusia (ada) yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Alloh.(QS. Luqman 6)
Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa) Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka. Tidak, sebenarnya tidak sadar.(QS. Al-Mu’minuun 54-55)

Alhamdulillahi Robbil ‘alamiin

Updated: May 1, 2018 — 7:53 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PUTUTIK NETWORK © 2013 and Hosting Murah dan Cepat by HostCepat.Com